<< Back

Penasaran Kenapa Stock Split Dilakukan? Ini Penjelasannya! 

Stock Split adalah

Ada beragam tindakan yang dilakukan oleh perusahaan terkait dengan saham terbitannya, salah satunya adalah stock split. Stock split secara umum dikenali dengan penerbitan saham tambahan oleh perusahaan bagi pemegang saham. Simak berikut ini ulasan lebih lengkap mengenai stock split, berikut dengan tujuan, pro, dan kontra yang meliputinya. 

Apa Itu Stock Split?

Stock split bukanlah istilah yang baru lagi di bisa korporasi. Istilah ini merujuk pada tindakan perusahaan berupa penerbitan saham tambahan bagi pemegang saham, sehingga meningkatkan totalnya berdasarkan specified ratio atau rasio yang ditetapkan dengan melihat banyak saham yang dimiliki oleh pemegang saham itu sebelumnya. Istilah singkatnya adalah pemecahan nilai saham.  

Rasio split atau rasio pemecahan nilai saham yang umum dilakukan oleh perusahaan adalah 2:1 atau 3:1 alias memecah 1 saham menjadi 2 atau menjadi 3 kali lipat. Misalnya saja, sebelum split saham dilakukan, Smart People memiliki 1 lot saham, namun setelah split saham dengan rasio 3:1 dilakukan, maka saham yang Smart People miliki berubah menjadi 3 lot saham. 

Hal penting yang harus dipahami adalah tindakan ini hanya akan memengaruhi jumlah saham yang diterbitkan oleh perusahaan. Sedangkan untuk nilai total kapitalisasi pasar saham perusahaan yang melakukan stock split tidak akan mengalami perubahan, mengingat harga dari saham itu juga akan dipecah sesuai dengan banyak pecahan saham.

Reverse Stock Split

Jika stock split merupakan tindakan untuk meningkatkan jumlah saham yang diterbitkan dengan cara memecah saham tersebut, reverse stock split merupakan tindakan kebalikannya. Reverse stock split merujuk pada tindakan perusahaan yang mengganti jumlah saham yang dimiliki pemegang saham sesuai dengan rasio yang telah ditentukan sebelumnya. 

Misalnya saja, dengan menggunakan rasio 1:3, maka perusahaan akan mengganti 3 lot saham yang dimiliki pemegang saham menjadi 1 lot saham saja. Pun begitu, nilai saham secara keseluruhan tidak akan berubah. Biasanya, reverse stock split dilakukan setelah terjadi penurunan harga saham secara besar-besaran.  

Tujuan Dilakukannya Stock Split 

Untuk apa sih perusahaan memecah sahamnya, kalau ujung-ujungnya tidak ada perubahan nilai kapitalisasi pasar dari saham tersebut? Tujuan utama dilakukannya stock split sendiri bukanlah untuk meningkatkan nilai kapitalisasi pasar, melainkan untuk menurunkan harga saham per lembarnya, sehingga harga saham jadi lebih terjangkau tanpa harus kehilangan nilai atau value-nya. 

Dengan harga saham per lembar yang menjadi lebih terjangkau, maka akan lebih mudah untuk menarik minat investor secara lebih luas untuk memilih saham tersebut sebagai aset investasi. Selain untuk menurunkan harga per lembar saham, dilakukannya stock split juga bertujuan untuk meningkatkan likuiditas dari saham perusahaan tersebut.  

Pro dan Kontra Stock Split 

Setiap tindakan yang dilakukan pasti ada pro dan kontra atau baik dan buruknya, begitu juga dengan tindakan stock split yang dilakukan oleh perusahaan. Sebagai pemegang saham, Smart People harus memahami apa pro dan kontranya, agar bisa mengambil tindakan yang tepat terkait dilakukannya stock split. Simak berikut ini ulasan mengenai pro dan kontra terkait stock split

Pro: Menjadikan Harga Saham Lebih Terjangkau 

Stock-split merupakan tindakan perusahaan yang ditunggu-tunggu oleh para investor yang ingin memiliki saham, namun harganya tidak pas di kantong. Sebagai contoh, keputusan Apple untuk melakukan stock-split membuat lebih banyak orang bisa membeli sahamnya. Bayangkan saja, jika tidak dilakukan stock-split, harga saham Apple per lembar bisa mencapai $700.   

Pro: Meningkatkan Likuiditas 

Dengan melakukan stock-split, maka likuiditas saham akan bisa mengalami peningkatan. Saham dengan likuiditas tinggi merupakan tipe saham yang banyak diincar dan begitu laris di kalangan pada investor. Saham-saham yang tergolong sebagai saham dengan nilai kapitalisasi pasar yang besar termasuk ke dalam saham dengan likuiditas tinggi. 

Kontra: Bisa Memicu Volatilitas Pasar 

Meskipun mendatangkan manfaat bagi perusahaan, namun dilakukannya stock-split yang berimbas pada perubahan harga saham, akan bisa memicu terjadinya volatilitas pasar. Volatilitas merujuk pada situasi di mana kondisi pasar sama sekali tidak diprediksi, ditandai dengan perubahan harga yang terjadi dengan begitu cepat alias tidak stabil.  

Kontra: Tidak Menambah Nilai Saham 

Stock-split dianggap tidak perlu untuk dilakukan disebabkan karena tidak menambah nilai keseluruhan dari saham tersebut, setidaknya dalam jangka waktu pendek. Namun, jika sekiranya stock-split memang berhasil menarik minat investor untuk melakukan investasi, maka bisa saja nilai saham mengalami peningkatan dalam jangka waktu panjang. 

Pantau Pergerakan Saham Incaran dengan RHB Tradesmart ID

Penggunaan aplikasi trading atau investasi saham tidak hanya semata-mata untuk membeli dan menjual saham saja, melainkan juga untuk memantau pergerakan harga saham dan mengetahui apa saja informasi terbaru seputar pasar saham. Nah, informasi-informasi penting tersebut bisa Smart People peroleh dengan menggunakan RHB Tradesmart ID. 

RHB Tradesmart ID merupakan aplikasi trading dan investasi saham online yang dilengkapi dengan deretan fitur menarik, seperti Smart Fee, Smart Rate, Smart Points, dan Smart Analyzer, yang bisa membantu aktivitas Smart People dalam trading atau investasi, serta memaksimalkan imbal hasil yang nantinya diperoleh. 

Itulah tadi ulasan pengertian stock-split, tujuan dilakukannya stock-split, serta pro dan kontra terkait tindakan stock-split. Stock-split sejatinya merupakan tindakan yang umum dilakukan oleh perusahaan, dengan tujuan untuk membuat sahamnya menjadi lebih terjangkau bagi para investor. Dengan begini, maka potensi saham dilirik investor juga akan mengalami peningkatan. 

Optimalkan aktivitas trading dan investasi saham Smart People dengan menggunakan RHB Tradesmart ID. Smart People bisa unduh aplikasinya sekarang juga untuk bisa digunakan dengan tujuan mendukung aktivitas trading dan investasi dan memaksimalkan imbal hasil.

Temukan artikel lainnya untuk mendapatkan pemahaman lebih banyak mengenai cara investasi saham dan cara belajar saham di sini!

Sumber: 

Taylor, Mia. (2022, November 27). What is a stock-split and how does it impact your portfolio? Fortune. Diakses pada tanggal 26 Februari 2023 melalui https://fortune.com/recommends/investing/what-is-a-stock-split/

Little, Ken. (2022, Maret 31). What Is a Stock-Split? The Balance. Diakses pada tanggal 26 Februari 2023 melalui https://www.thebalancemoney.com/understanding-stock-splits-3141376

Hayes, Adam. (2022, Juni 07). What a Stock-Split Is and How It Works, With an Example. Investopedia. Diakses pada tanggal 26 Februari 2023 melalui https://www.investopedia.com/terms/s/stocksplit.asp

RHB Smart Talk

Tonton pembahasan menarik mulai dari ide trading, analisa fundamental, dan analisa teknikal untuk emiten saham pilihan

Setiap hari Senin-Jumat jam 8.45 pagi bersama tim riset RHB Sekuritas

PT RHB Sekuritas Indonesia

Revenue Tower 10-11th Floor
District 8, SCBD Lot 13
Jl. Jendral Sudirman Kav. 52-53
Jakarta, 12190

021-50939888 (Hunting RHB SI)
021-50939700 (Support OLT)

www.rhbtradesmart.co.id
id.support@rhbgroup.com

Download Sekarang

PT RHB Sekuritas Indonesia terdaftar dan diawasi oleh

© 2021 owned by RHB Sekuritas Indonesia
Terms & Condition Internal