<< Back

Waktu yang Tepat Menjual Saham Agar Mendapat Imbal Hasil

Investasi atau trading saham menjadi salah satu investasi yang kini semakin populer. Tidak sedikit anak muda yang juga ikut mencoba bermain di pasar saham. Smart People yang memiliki modal dapat berinvestasi ke saham-saham yang diperdagangkan di bursa.

Strategi yang dilakukan oleh investor agar mendapatkan hasil yang maksimal adalah dengan melakukan jual beli saham. Setiap tahun pasti akan ada target untuk saham yang dibeli investor dan selanjutnya saham tersebut bisa dijual.

Investor melakukan jual saham untuk membatasi kerugian maupun untuk merealisasikan imbal hasil yang lebih besar. Berikut adalah waktu terbaik untuk jual saham untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

Strategi Jual Saham untuk Investor Pemula

1.     Harga saham di pasar modal

Ketidakpastian harga saham di pasar modal merupakan sebuah hal yang pasti. Harga saham dapat berfluktuasi karena berbagai faktor. Saham naik dan turun bisa disebabkan oleh inflasi, pelemahan Rupiah, sentimen sesaat, pertumbuhan ekonomi, dan lainnya.

 Investor pemula lebih disarankan untuk membeli saham yang harganya lebih stabil. Pikirkan kembali jika Smart People berencana untuk berinvestasi di saham yang mengalami kenaikan cukup kencang tetapi tidak memiliki fundamental yang kuat.

Dalam dunia trading juga tidak ada waktu yang pasti untuk beli maupun jual saham. Jual beli saham dapat dilakukan pada waktu terbaik untuk trading sesuai dengan masing-masing perusahaan.

Smart People bisa mengecek harga atau portofolio saham untuk memantau dan menemukan waktu terbaik untuk jual atau beli saham. Namun sebaiknya tidak terlalu sering mengeceknya. Setiap satu minggu cukup cek 3-4 hari sekali saja.

2.     Jual saham saat saham perusahaan turun terus menerus

Salah satu istilah yang perlu Smart People pahami di dunia saham adalah cut loss. Istilah ini digunakan untuk menjual saham dengan nilai atau harga yang lebih rendah dari harga saham saat dibeli.

Jual saham ini dilakukan pada saat harga saham di pasar modal sedang mengalami penurunan. Harga jual yang lebih rendah dari harga beli saham tentunya membuat investor mengalami loss atau kerugian.

Namun untuk jual saham dengan cut loss ini menjadi strategi untuk mencegah investor mengalami kerugian yang lebih besar. Jika harga saham mengalami penurunan dan tidak stabil waktu tertentu, maka itu adalah saat terbaik untuk Smart People jual saham.

Strategi cut loss ini merupakan salah satu hal penting yang perlu dipelajari dalam dunia trading saham terutama untuk pemula. Selain untuk mencegah kerugian yang lebih besar, jual saham juga bertujuan untuk menjaga modal yang dimiliki oleh investor.

Bagi Smart People yang termasuk trader aktif, waktu terbaik untuk jual saham adalah saat saham mengalami penurunan terus menerus. Pergerakan saham yang turun dapat menjadi pertimbangan untuk melakukan cut loss.

3.     Saat ada berita buruk muncul setelah koreksi IHSG

Bagi investor jangka panjang, fluktuasi saham perlu diperhatikan dengan cermat. Jangan langsung jual saham saat ada penurunan harga saham. Perhatikan lebih cermat karena bisa saja hal tersebut terjadi karena sentimen yang bersifat jangka pendek.

Penurunan harga saham dapat terjadi pada semua perusahaan. Ada yang kembali naik dalam jangka waktu singkat. Namun ada juga yang turun terus menerus atau harga saham di bursa merosot.

Jika penurunan harga saham ternyata sebentar dan Smart People sudah menjualnya, mungkin akan kecewa. Berbeda halnya jika penurunan saham terjadi karena munculnya berita buruk dari perusahaan saham tersebut.

Kabar buruk perusahaan dapat mempengaruhi nilai saham di pasar modal. Hal ini juga penting untuk Smart People yang belajar trading saham agar mengetahui apakah saham sebaiknya dijual atau ditahan.

Apabila terjadi berita buruk terhadap suatu emiten atau perusahaan setelah koreksi IHSG, Smart People yang memegang saham tersebut sebaiknya melakukan cut loss. Koreksi IHSG ini dapat berimbas pada perusahaan dan harga saham terkait.

4.     Saat harga saham terlalu tinggi

Dunia trading saham memang penuh dengan kejutan dan ketidakpastian. Harga saham bisa saja tiba-tiba naik maupun anjlok. Perlu pemahaman yang lebih dan terus belajar agar bisa mendapatkan hasil yang maksimal dalam investasi jual beli saham.

Strategi jual saham untuk mendapatkan hasil lebih besar adalah saat harga saham sedang naik atau bahkan mengalami overpriced. Harga saham yang sudah terlalu tinggi sebaiknya dilepas atau dijual.

Harga saham yang terlalu tinggi bisa dilihat dari nilai PER atau Price Earning Ratio. Saat harga saham sudah 20 kali atau lebih dari PER, saat itu juga menjadi waktu terbaik untuk Smart People melakukan jual saham.

Investor bisa mendapatkan hasil dari penjualan saham yang harganya lebih tinggi dari harga beli saham. Hasil jual saham tersebut dapat digunakan untuk dana investasi ke saham lain yang lebih bagus dan prospektif.

Itulah beberapa cara yang bisa digunakan untuk waktu terbaik menjual saham. Jika Smart People menjadi seorang trader, maka harus lebih jeli dengan pergolakan harga saham yang Smart People pegang.

Harga saham naik, tidak melulu harus jual saham. Begitu juga saat turun, Smart People tetap harus mempertimbangkan dengan matang sebelum jual saham. Tidak sedikit investor yang kecewa karena trading saham yang dilakukan ternyata salah atau membuat rugi.

Bagi Smart People yang ingin investasi lancar, bisa langsung download aplikasi RHBTRADESMARTID. Aplikasi ini menyediakan berbagai macam fitur untuk mempermudah investasi dan trading yang lebih mudah.

RHB Smart Talk

Tonton pembahasan menarik mulai dari ide trading, analisa fundamental, dan analisa teknikal untuk emiten saham pilihan

Setiap hari Senin-Jumat jam 8.45 pagi bersama tim riset RHB Sekuritas

PT RHB Sekuritas Indonesia

Revenue Tower 10-11th Floor
District 8, SCBD Lot 13
Jl. Jendral Sudirman Kav. 52-53
Jakarta, 12190

021-50939888 (Hunting RHB SI)
021-50939700 (Support OLT)

www.rhbtradesmart.co.id
id.support@rhbgroup.com

Download Sekarang

PT RHB Sekuritas Indonesia terdaftar dan diawasi oleh

© 2021 owned by RHB Sekuritas Indonesia
Terms & Condition Internal