<< Back

Tetap Bisa Bertahan! Ini Cara Investasi Saham saat Krisis Ekonomi

investasi saham saat krisis

Ada beragam hal yang bisa membuat investor jadi ketar-ketir, salah satunya adalah krisis ekonomi. Pada saat krisis ekonomi, tidak sedikit investor yang diserang oleh rasa panik, sehingga membuatnya mengambil keputusan tanpa pertimbangan yang matang. Lantas, bagaimana seharusnya investor bertindak di saat krisis? Simak cara investasi saham saat krisis di bawah ini.  

Apa Itu Krisis Ekonomi?

Krisis ekonomi merupakan situasi di mana kondisi ekonomi suatu negara mengalami penurunan yang begitu signifikan, disebabkan karena krisis finansial. Saat ekonomi suatu negara sedang mengalami krisis, harga-harga di pasaran berpotensi mengalami kenaikan atau penurunan tajam karena inflasi atau deflasi, GDP berpotensi besar mengalami penurunan, serta terjadinya penumpukan utang. 

Bagi para investor, terkhusus investor saham, terjadinya krisis ekonomi akan mendorong para investor ini untuk menjual aset atau instrumen investasi miliknya, disebabkan karena rasa takut akan makin menurunnya nilai aset tersebut jika tetap disimpan saat terjadi krisis. Penarikan uang di bank pun akan terjadi secara besar-besaran.

Terjadinya krisis ekonomi bisa disebabkan oleh beragam hal. Salah satu dari penyebab utama krisis ekonomi tersebut adalah utang negara yang menumpuk. Jika negara memiliki utang yang terlampau banyak dan negara tersebut tidak mampu lagi untuk membayar utangnya tersebut, maka negara tersebut akan semakin dekat dengan jurang krisis ekonomi. 

Dampak Krisis Ekonomi Terhadap Saham 

Krisis ekonomi yang terjadi akan berdampak ke banyak hal, salah satunya adalah saham. Saat krisis ekonomi terjadi, performa bisnis akan mengalami penurunan, disebabkan karena penurunan permintaan akan produk atau jasa yang ditawarkannya. Saat permintaan menurun, maka skala produksi pun akan diturunkan, yang kemudian memicu layoff dan penurunan belanja konsumen. 

Situasi yang terjadi pada perusahaan ini, kemudian akan terlihat dampaknya pada pasar saham. Saham-saham perusahaan akan mengalami penurunan atau pemerosotan harga dan peningkatan volatilitas. Akan sulit sifatnya untuk memprediksi bagaimana performa saham di pasar saham saat terjadi krisis ekonomi tersebut.

Merosotnya harga saham ini kemudian memicu para investor untuk menjual sahamnya dengan cepat, agar loss yang diderita tidak semakin parah. Tidak adanya jaminan kalau harga saham akan kembali naik dalam waktu yang cepat, membuat para investor tidak pikir panjang untuk menjual saham-saham miliknya meski dengan harga yang begitu rendah. 

Cara Investasi Saham Saat Krisis Ekonomi Terjadi

  1. Hindari Panik Berlebihan

Hal pertama yang harus dilakukan saat krisis ekonomi terjadi adalah tahan diri untuk tidak panik. Pasalnya, kepanikan hanya akan memicu pengambilan keputusan yang tidak matang, terkait dengan saham yang dimiliki. Tidak sedikit orang-orang yang kemudian menyesali tindakan yang diambilnya saat terjadi krisis ekonomi, karena malah membuatnya mengalami kerugian yang lebih besar. 

Saat krisis ekonomi, coba tinjau kembali rencana investasi yang sebelumnya telah disusun. Pada rencana investasi, biasanya sudah ada cadangan rencana, sekiranya terjadi hal-hal yang tidak diinginkan pada kondisi ekonomi dan pasar saham. Pertimbangkan dengan matang, apakah saham yang dimiliki memang tepat untuk dijual atau tetap dipertahankan kala krisis berlangsung. 

  1. Koleksi Saham Defensif 

Cara investasi saham saat krisis selanjutnya adalah mengoleksi saham defensif. Saham defensif atau defensive stock merupakan tipe saham yang performanya tetap bisa bagus di tengah krisis ekonomi yang terjadi. Kepemilikan atas saham defensif inilah yang kemudian akan membantu melindungi portofolio saham yang dimiliki. 

Ada beberapa sektor saham yang tergolong sebagai sektor saham defensif, seperti saham sektor utilitas atau saham perusahaan yang menyediakan layanan dasar bagi masyarakat, saham sektor consumer staples atau saham perusahaan yang memproduksi barang kebutuhan harian masyarakat, serta saham sektor kesehatan. Saham-saham defensif inilah yang tepat dipilih saat krisis. 

  1. Hindari Saham Siklikal

Jika tadi saham defensif direkomendasikan untuk dimiliki saat krisis ekonomi terjadi, kepemilikan atas saham siklikal atau cyclical stock malah tidak dianjurkan. Pasalnya, saham siklikal ini merupakan saham yang performanya, baik itu performanya yang naik atau turun, begitu bergantung pada naik dan turunnya siklus ekonomi. 

Adapun contoh saham yang tergolong saham siklikal seperti saham dari sektor pertambangan, properti, penerbangan, pariwisata, serta perkebunan. Mengingat sifat dari saham-saham siklikal ini yang begitu bergantung pada kondisi ekonomi, akan lebih baik jika Smart People mulai mengoleksinya kembali saat kondisi ekonomi sudah berangsur pulih. 

  1. Beli Saham yang Undervalued 

Pada saat krisis ekonomi terjadi, saatnya bagi Smart People untuk mengincar saham-saham yang nilainya jauh lebih besar dari harga pasar alias saham yang undervalued. Pelajari bagaimana performa saham tersebut dari tahun ke tahun. Jika potensinya bagus di masa depan, Smart People bisa membelinya dengan harga yang rendah di pasar saham saat terjadinya krisis ekonomi. 

Tetap Investasi Saham saat Krisis dengan RHB Tradesmart ID 

Terjadinya krisis ekonomi bukanlah akhir dari aktivitas investasi saham yang Smart People lakukan. Asalkan menerapkan strategi yang tepat, Smart People akan tetap bisa meraup imbal hasil dari investasi saham yang dimiliki saat terjadinya krisis. Untuk membantu aktivitas investasi saham di kala krisis ekonomi tersebut, Smart People bisa gunakan RHB Tradesmart ID. 

RHB Tradesmart ID merupakan aplikasi investasi saham yang dilengkapi dengan ragam fitur unggulan, yakni Smart Analyzer, Smart Rate, Smart Fee, dan Smart Points. Untuk menganalisa saham incaran saat krisis, Smart People bisa gunakan fitur Smart Analyzer. Jika ingin biaya transaksi dan margin yang murah, Smart Rate dan Smart Fee akan bisa menghemat biaya tersebut. 

Tunggu apa lagi, yuk unduh aplikasi RHB Tradesmart ID mulai dari sekarang untuk mulai investasi saham yang mudah dan ekonomis. 

Sumber: 

Thomas, Holly. (2023, April 24). How to invest during a recession. The Times. Diakses pada tanggal 3 September 2023 melalui https://www.thetimes.co.uk/money-mentor/article/invest-during-recession/

Hicks, Coryanne. (2023, April 27). How To Invest During A Recession. Forbes. Diakses pada tanggal 3 September 2023 melalui https://www.forbes.com/advisor/investing/how-to-invest-during-a-recession/

The Investopedia Team. (2023, Januari 16). What’s the Best Investing Strategy to Have During a Recession? Investopedia. Diakses pada tanggal 3 September 2023 melalui https://www.investopedia.com/ask/answers/042115/whats-best-investing-strategy-have-during-recession.asp

Davis, Chris & Taube, Sam. (2023, Mei 11). What to Invest in During a Recession: 4 Ideas. NerdWallet. Diakses pada tanggal 3 September 2023 melalui https://www.nerdwallet.com/article/investing/what-to-invest-in-during-recession

RHB Smart Talk

Tonton pembahasan menarik mulai dari ide trading, analisa fundamental, dan analisa teknikal untuk emiten saham pilihan

Setiap hari Senin-Jumat jam 8.45 pagi bersama tim riset RHB Sekuritas

PT RHB Sekuritas Indonesia

Revenue Tower 10-11th Floor
District 8, SCBD Lot 13
Jl. Jendral Sudirman Kav. 52-53
Jakarta, 12190

021-50939888 (Hunting RHB SI)
021-50939700 (Support OLT)

www.rhbtradesmart.co.id
id.support@rhbgroup.com

Download Sekarang

PT RHB Sekuritas Indonesia terdaftar dan diawasi oleh

© 2021 owned by RHB Sekuritas Indonesia
Terms & Condition Internal