Dalam pengambilan keputusan investasi, terdapat banyak hal yang perlu diwaspadai. Salah satunya adalah bias recency atau bias kekinian yang bisa memengaruhi keputusan portofolio. Bias recency merupakan kecenderungan untuk lebih memprioritaskan informasi ataupun pengalaman terbaru dibandingkan yang lebih lama. Bias recency seperti hanya melihat bagian akhir dan mengabaikan riwayat yang ada sebelumnya.
Investor seringkali terjebak pada bias recency saat menilai saham berdasarkan pergerakan harga terkini. Hasil yang terlihat pada beberapa masa terakhir membuat investor terpengaruh dan menilai bahwa tren jangka pendek ini, baik ataupun buruk, akan terus berlanjut. Jika terus terjebak, maka bias recency ini menyebabkan kesalahan.
Risiko Pengambilan Keputusan Instan Akibat Bias Recency
Setiap hal memiliki risiko, termasuk investasi. Saat memutuskan untuk melakukan investasi, usahakan selalu siap mencegah atau meminimalisasi risiko. Pengambilan keputusan investasi harus dilakukan dengan baik setiap saat melalui analisis yang mendalam. Lalu, bagaimana jika investasi dilakukan tanpa pertimbangan? Tentu saja investasi tidak optimal atau bahkan berisiko lebih besar.
Keputusan instan dalam investasi akibat minim atau tanpa pertimbangan, tentu sangat merugikan. Dalam investasi, ada berbagai macam dorongan atau faktor yang menyebabkan seorang investor melakukan keputusan instan. Pada dasarnya, keputusan instan ini disebabkan karena keinginan atau motivasi investor untuk segera memperoleh imbal hasil lebih cepat dan terbilang tinggi.
Setelah seseorang berkeinginan untuk memperoleh passive income secara cepat, ia cenderung tidak berpikir panjang. Analisisnya tidak lagi mandalam. Keinginan yang terlalu kuat bisa memengaruhi pikiran dan membuat tidak mampu berpikir jernih. Ketika memperoleh sebagian informasi, seseorang tersebut akan langsung bertindak, tanpa mempertimbangkan faktor lain. Contoh kasusnya adalah membuat keputusan investasi berdasarkan tren harga saham dalam beberapa periode terakhir saja. Hal ini disebut bias recency.
Bias recency ini terjadi saat investor hanya terpaku pada informasi terbaru saja, tanpa memikirkan riwayat sebelumnya. Sebagai contoh, investor memutuskan memilih berinvestasi di saham perusahaan A hanya karena mempunyai tren positif dalam beberapa hari terakhir, tanpa memeriksa riwayat sebelumnya. Bahkan, tanpa mencari informasi lainnya mengenai kinerja perusahaan A.
Pengabaian yang dilakukan akibat informasi terbaru tersebut bisa menimbulkan risiko. Hal yang ditakutkan adalah riwayat saham tidak sebagus tren yang sekarang sedang terjadi. Risiko terkait pengembalian imbal hasil investasi bisa saja tidak sesuai dengan ekspektasi. Oleh karena itu, bias recency harus dihindari karena merupakan keputusan instan yang menyebabkan investasi tidak optimal, bahkan mengalami risiko.
Tanda Terjebak dalam Bias Recency
Dalam rangka memperoleh tujuan keuangan optimal dari investasi saham, jangan sampai melakukan kesalahan pengambilan keputusan. Investor juga harus menghindari keputusan instan akibat bias recency dengan mengetahui tanda-tandanya.
Pertama, bereaksi cepat terhadap berita pasar terkini yang sifatnya impulsif, sehingga membuat penilaian berdasarkan informasi tersebut saja, tanpa melihat informasi lainnya. Reaksi cepat itu berupa langsung membeli saham yang trennya positif dan menghindari saham yang trennya negatif.
Hal ini tentu sangat bertolak belakang dengan prinsip investasi jangka panjang yang semua keputusannya berdasarkan pada penilaian secara mendalam melalui analisis fundamental dan teknikal.
Kedua, hanya terpaku pada informasi terakhir saja yang baru-baru ini terjadi. Bagi investor yang mengalami bias recency ini, tidak perlu menggali informasi lainnya karena berpikir bahwa informasi sekarang ini cukup menggambarkan potensi suatu saham.
Ketiga, mengabaikan risiko yang mungkin ditimbulkan oleh saham yang mempunyai tren positif. Pembelian saham hanya berbekal informasi terakhir saja. Jika informasinya positif, maka cenderung mengabaikan informasi lainnya.
Sadar atau tidak, tanda-tanda tersebut sangat mewakili ciri-ciri investor yang terjebak dalam bias recency. Keputusan yang diambil biasanya keputusan instan. Investor pemula sangat rentan mengalaminya yang didorong oleh antusiasme berlebihan terhadap potensi imbal hasil yang akan diterima. Risiko dalam investasi belum banyak dialami, sehingga tingkat kewaspadaannya masih rendah.
Cara Menenangkan Hati dan Pikiran agar Terhindar dari Bias Recency
Dalam rangka mencari saham yang potensial perlu waktu untuk menganalisis berbagai informasi yang ada. Tujuannya agar tidak salah langkah dalam keputusan investasi yang justru menimbulkan risiko karena ketidakhati-hatian.
Investor perlu berhati-hati dan berpikir panjang dalam menentukan keputusan investasi. Jangan sampai mengambil keputusan instan karena informasi yang tidak detail, seperti adanya sebagian informasi terbaru yang mendasari pengambilan keputusan. Ada berbagai cara yang dapat dilakukan untuk menenangkan hati dan pikiran dalam pengambilan keputusan investasi dan terhindar dari bias recency.
Pertama, menghindari ekspektasi yang berlebihan. Ekspektasi seringkali mengalahkan pikiran rasional. Ekspektasi yang timbul akibat sesuatu hal yang terlihat menghasilkan, bisa memicu reaksi cepat untuk mewujudkan sesuatu. Reaksi cepat tanpa berpikir panjang seringkali menimbulkan risiko.
Kedua, meningkatkan konsentrasi agar mampu berpikir logis dan realistis. Hal ini bertujuan agar mengingat bahwa segala sesuatu mempunyai risiko. Dengan demikian, pengambilan keputusan investasi akan mempertimbangkan berbagai hal.
Ketiga, manajemen emosi. Berlatihlah untuk meningkatkan kesabaran dan ketenangan. Tujuannya agar tidak mudah terpancing oleh keinginan sesaat yang mendorong adanya keputusan instan.
Memilih Saham yang Tepat Lewat RHB Tradesmart ID
Investasi saham terbilang potensial untuk jangka panjang. Meskipun demikian, investor perlu memilih saham yang prospeknya menjanjikan agar meminimalisasi risiko. Semua itu dapat direalisasikan lewat analisis yang tepat melalui pengambilan keputusan mendalam dan tidak instan. Aplikasi RHB Tradesmart ID yang dilengkapi dengan Smart Analyzer dapat menjadi solusinya. Smart People bisa investasi lebih praktis dan akurat lewat aplikasi investasi dan trading tersebut.
Aplikasi ini bisa diunduh dengan mudah di Play Store dan App Store dan siap digunakan untuk sarana investasi. Pastikan mencari informasi saham secara detail dan cermat, termasuk riwayat kinerjanya. Hal ini sangat berpengaruh untuk menghindari bias recency dan risiko akibat tidak melakukan analisis yang mendalam. Jadi, download aplikasinya sekarang juga!
Referensi:
Aldifa, Muhamad. (2024). 5 Fenomena Recency Bias dalam Kehidupan Sehari-hari, Jadi Mudah Ragu? Diakses dari https://www.idntimes.com/.
Eko, Wayan. Recency: Mengapa Kita Harus Melihat Gambaran Besarnya! Diakses dari https://id.tradingview.com/.
Rose, J. B. D. and Armansyah, R. F. (2022). Recency bias dan confirmation bias pada keputusan investasi investor pasar modal indonesia. Jurnal Ilmiah Manajemen Dan Bisnis (JIMBis), 1(2). https://doi.org/10.24034/jimbis.v1i2.5366.