Pola Reversal Ini Sering Muncul Sebelum Market Berbalik
Jan 01, 1970 by admin
Bagi trader saham, memahami momen perubahan arah tren menjadi hal penting yang sebaiknya dilatih dan dimiliki. Salah satunya dengan memahami pola-pola reversal yang biasanya muncul di chart sebelum pasar berbalik arah. Jika trader dapat mengenalinya dengan tepat, maka hal itu bisa memberi sinyal entry atau exit yang lebih akurat.
Namun, tidak semua pola reversal bisa dikatakan valid. Terkadang trader terjebak oleh sinyal-sinyal palsu karena hanya mengandalkan asumsi visual tanpa mempertimbangkan faktor seperti volume dan price action. Oleh sebab itu, penting untuk memahami jenis-jenis reversal, cara membaca, dan kesalahan-kesalahan yang sering dilakukan trader.
Secara umum, ada tiga jenis reversal, yaitu bullish, bearish, dan false reversal. Setiap jenis reversal memiliki beberapa contoh pola yang penting dipahami seorang trader.
Bullish reversal menandakan perubahan tren dari penurunan (downtrend) menjadi kenaikan (uptrend). Pola ini menunjukkan bahwa tekanan jual mulai melemah dan buyer mulai mengambil alih. Berikut beberapa contoh pola bullish reversal:
Bullish engulfing: Pola dua candlestick yang menampilkan candle kedua (bullish) sepenuhnya menutupi body candle pertama (bearish). Pola ini menunjukkan ada potensi pembalikan tren ke atas.
(Sumber foto: IG.com)
Hammer: Pola berupa candlestick dengan body kecil di atas dan memiliki ekor bawah yang panjang. Pola ini menandakan bahwa meskipun harga sempat turun, buyer berhasil mendorong harga naik kembali.
(Sumber foto: TradingWolf)
Double bottom: Pola yang membentuk dua lembah pada level harga yang serupa. Pola ini menandakan adanya potensi pembalikan tren ke atas.
(Sumber foto: StockGro)
Bearish reversal menunjukkan perubahan tren dari kenaikan (uptrend) menjadi penurunan (downtrend). Pola ini menandakan bahwa tekanan beli mulai melemah dan seller mulai menguasai pasar. Beberapa contoh pola bearish reversal, antara lain:
Bearish engulfing: Pola dua candlestick yang memperlihatkan candle kedua (bearish) sepenuhnya menutupi body candle pertama (bullish). Pola ini menandakan ada potensi pembalikan tren ke bawah.
(Sumber foto: IG.com)
Gravestone Doji: Pola candle dengan harga open, low, dan close yang hampir sama. Pola ini memiliki bentuk mirip seperti batu nisan serta memiliki ekor atas yang panjang. Pola ini menunjukkan bahwa buyer tidak mampu mempertahankan tekanan beli.
(Sumber foto: LiteFinance)
Double top: Pola harga yang membentuk dua puncak pada level harga yang serupa, sehingga menandakan ada potensi pembalikan tren ke bawah.
(Sumber foto: Axi)
False reversal dapat terjadi saat harga seolah-olah mulai pembalikan tren, tetapi kemudian kembali ke arah tren sebelumnya. Pola ini terkadang disebut sebagai false breakout dan dapat menjebak para trader yang terlalu cepat mengambil posisi. Ada beberapa ciri false reversal, yaitu:
Berdasarkan penjelasan di atas, ada beberapa perbedaan reversal yang valid dan jebakan market atau false reversal. Berikut beberapa di antaranya:
Lantas bagaimana cara membaca pola reversal dari price action dan volume? Berikut beberapa langkah yang perlu Smart People praktikkan saat trading saham.
Pertama, kenali area support (batas bawah) dan resistance (batas atas) yang signifikan. Kedua level ini sering menjadi titik balik harga karena mencerminkan area di mana tekanan beli atau jual meningkat. Level support dan resistance dapat terbentuk ketika harga berbalik arah, meninggalkan puncak atau lembah yang menjadi acuan untuk pergerakan harga berikutnya.
Lalu, perhatikan dengan cermat pola candlestick yang muncul di area sekitar level support dan resistance. Ada banyak pola candlestick yang mungkin muncul, tetapi beberapa pola paling umum yang digunakan untuk mengidentifikasi potensi reversal, antara lain Hammer, Shooting Star, dan Pola Engulfing.
Kombinasi pengamatan candlestick dan level support/resistance saja belum cukup. Sebagai trader profesional, Smart People perlu memperhatikan volume.
Misalnya, volume yang tinggi saat harga menembus level support/resistance dapat menandakan bahwa breakout tersebut didukung oleh minat pasar yang kuat, sehingga mengindikasikan bahwa sinyal reversal makin valid. Sebaliknya, breakout dengan volume rendah dapat menjadi indikasi false breakout atau jebakan market.
Namun, tidak semua trader bisa langsung membaca pola reversal secara cermat. Biasanya ada beberapa kesalahan paling umum para trader saat mengidentifikasi reversal, yakni salah satunya overconfidence bias. Hal ini berkaitan erat dengan aspek psikologis yang sering membuat trader salah dalam mengambil keputusan.
Overconfidence bias adalah kecenderungan seseorang untuk melebih-lebihkan pengetahuan, keterampilan, atau kemampuannya saat membuat keputusan, dalam hal ini berarti keputusan investasi. Pada trading saham, sikap ini dapat menyebabkan trader:
Mengenali pola reversal yang valid memang perlu memperhatikan dan mengidentifikasi serangkaian aspek secara cermat, mulai dari level support/resistance, pola candlestick, volume, hingga aspek manajemen risiko. Berikut checklist sinyal reversal yang dapat menjadi panduan praktis sebelum entry posisi:
Pembahasan tentang pengamatan pola reversal ini dapat membantu trader untuk mencapai trading plan yang telah ditentukan. Smart People dapat memanfaatkan berbagai fitur di aplikasi RHB Tradesmart ID yang akan memudahkan dalam melakukan trading saham. Unduh aplikasi RHB Tradingsmart ID secara gratis di Google Play Store dan App Store.
Referensi:
James Chen. 2024. “The Anatomy of Trading Breakoutsâ€. Investopedia.com
Marianna Galstyan. 2024. “Using Bullish Candlestick Patterns to Buy Stocksâ€. Investopedia.com
Nial Fuller. “False Breakout Trading Strategyâ€. PriceAction.com
Oddmund Groette. 2023. “Overconfidence Bias Trading: How It Can Impact Your Investment Returnsâ€. Quantifiedstrategies.com
Rahul Pal. “How to Identify a True Breakout vs. a False Breakout?â€. TradingView.com
Artikel Terkait
Artikel Terbaru
Share On:
RHB Smart Talk
Tonton pembahasan menarik mulai dari ide trading, analisa fundamental, dan analisa teknikal untuk emiten saham pilihan
Setiap hari Senin-Jumat jam 8.45 pagi bersama tim riset RHB Sekuritas
Raih #MomentSmart bersama RHB Sekuritas
Trading saham lebih smart dengan mudah dan cepat bersama fitur ARO
Download