<< Back

Perusahaan Startup Pecat Banyak Karyawan? Investor Bagaimana?

 

Permasalahan yang dikenal dengan fenomena “bubble burst” tengah dihadapi oleh sejumlah perusahaan rintisan (startup) di Indonesia.

Kondisi ini menyebabkan terjadinya gelombang PHK guna restrukturisasi usaha agar mereka bisa survive. Masyarakat pun harus lebih hati-hati dan selektif jika ingin berinvestasi di startup.

Setidaknya Smart People pelajari tips investasi saham sebelum menanamkan modal pada perusahaan startup tersebut.

Startup di sektor fintech menjadi yang paling banyak menarik perhatian bagi para investor meskipun sedang ramai isu PHK. Apakah aman untuk investasi di startup di tengah kondisi ini? Berikut ulasan selengkapnya. 

Alasan di Balik PHK Massal Sejumlah Startup

Pada saat pandemi dan masyarakat harus dirumahkan, peluang untuk startup berakselerasi terbuka lebar. Investor pun banyak yang melirik perusahaan startup dan bahkan beberapa perusahaan rintisan di sektor fintech ini mencatatkan pencapaian tertinggi di pasar bursa.

Namun terjadi titik balik ketika pemerintah sudah mulai melonggarkan kebijakan lockdown dan banyak masyarakat yang mulai kembali ke kebiasaan seperti sebelum pandemi. Kondisi ini terjadi lebih cepat dari yang diperkirakan oleh para startup dan investor.

Lalu apa penyebab startup ramai PHK? berikut beberapa alasan di balik PHK massal yang terjadi di perusahaan startup di Indonesia.

Kesulitan dana

Penyebab tren PHK ini salah satunya adalah masalah dana yang tidak kunjung didapatkan oleh startup. Kini banyak investor yang lebih selektif dalam berinvestasi ke perusahaan startup sehingga beberapa perusahaan kesulitan mendapatkan pendanaan.

Ditambah lagi dengan bank sentral yang sudah mulai menaikan suku bunga yang menyebabkan pinjaman lebih mahal untuk mendanai startup yang merugi. Era suku bunga rendah yang mulai ditinggalkan membuat investasi juga ikut direm yang berimbas pada montoknya pendanaan bagi startup.

Produk kalah saing

Perusahaan startup di sektor fintech yang menjamur membuat konsumen memiliki banyak pilihan. Beberapa startup yang produknya kurang menarik pun mudah sekali kehilangan pangsa pasarnya secara signifikan.

Ketidakpastian kondisi ekonomi

Tips investasi saham yang perlu diperhatikan adalah mengenai kondisi ekonomi. Smart People bisa membaca bagaimana kondisi ekonomi dan prediksi tren di masa mendatang terkait saham. Kondisi ekonomi global saat ini sendiri penuh ketidakpastian.

Imbasnya pada para investor yang mulai menghindari saham startup karena pandangan bahwa perusahaan-perusahaan tersebut memiliki risiko yang tinggi. Ditambah lagi dengan kenaikan inflasi dan suku bunga yang riskan untuk startup.

Toko fisik mulai ramai pasca pandemi

Banyak perusahaan startup yang menyediakan layanan untuk masyarakat melakukan berbagai hal dari rumah seperti belanja. Kini dengan kondisi pandemi yang mulai mereda, masyarakat pun mulai kembali ke toko fisik untuk berbelanja dan belanja online pun berkurang.

Pasar mulai jenuh dengan promo dan diskon

Perusahaan startup melalui aplikasinya memang menawarkan promo dan diskon untuk menarik konsumen. Konsumen akan mencoba aplikasi karena ada promo atau diskon yang diberikan. Jika tidak ada diskon, jumlah pengguna aplikasi tersebut akan menurun drastis.

Investasi di Perusahaan Startup

Ada sejumlah perusahaan startup yang melakukan PHK seperti Zenius, Mobile Premier League (MPL), TaniHub, LinkAja, JD.ID, dan Pahamify. Ramainya PHK di sektor ini terjadi karena likuiditas perusahaan startup yang berkurang.

Kondisi ini menyebabkan investor mulai selektif dalam menggelontorkan dana ke perusahaan startup. Beberapa perusahaan masih mendapatkan suntikan dana dari para investasi namun tentunya tidak seagresif ketika masih pandemi.

Smart People yang belajar investasi saham harus memahami risiko investasi di perusahaan startup di tengah isu PHK massal ini. Pertimbangkan dulu beberapa hal berikut sebelum berinvestasi di startup.

Hindari investasi pada satu jenis saham

Dalam melakukan investasi tidak hanya fokus pada peluang imbal hasil yang akan diperoleh. Namun Smart People juga harus pandai untuk tidak berinvestasi hanya pada satu jenis saham saja.

Jadi risiko saham naik turun karena isu PHK atau lainnya, manajemen monetizing bisa dilakukan dari beberapa saham yang lain.

Startup di sektor finansial teknologi

Di tengah terpaan badai PHK, startup fintech atau yang berhubungan dengan fintech masih memegang posisi paling atas sebagai saham yang banyak diminati investor. Smart People sebaiknya mempertimbangkan investasi di perusahaan-perusahan yang memiliki reputasi bagus.

Reputasi perusahaan startup bisa dilihat dari track record dan bagaimana kekuatannya dalam menghadapi fenomena bubble burst yang banyak menyebabkan startup melakukan PHK.

Jangka waktu imbal balik

Investasi di startup memang memiliki risiko sehingga Smart People harus pandai untuk memilih. Pertimbangkan risiko dari imbal balik yang dimiliki saham startup, berapa lama jangka waktu untuk setidaknya balik modal.

Itulah beberapa informasi mengenai maraknya PHK perusahan startup di Indonesia dan perilaku para investor menghadapinya. Memang perlu tips investasi saham yang jitu dan skill yang harus diasah untuk bisa berinvestasi dengan aman dan lancar, terlebih lagi untuk investasi di perusahaan startup yang mungkin memiliki banyak risiko dan ketidakpastian.

Jika Smart People tertarik untuk belajar saham dan bertransaksi dengan lebih mudah, Smart People bisa menggunakan RHB Tradesmart. Aplikasi yang menyediakan banyak fitur untuk trading saham dengan lebih mudah melalui smartphone.

Langsung saja Download aplikasi RHB Tradesmart di Play Store dan App Store, Smartphone bisa mulai belajar investasi atau trading saham.

Source:

Merry Handayani. 2022. “Tanggapi Badai PHK Startup, Telkom Pastikan Lebih Hati-Hati dalam Kucurkan Dana Investasi”. VOI Indonesia

Ikhsan Permana SP. 2022. “5 Penyebab Startup Lakukan PHK, Kalah Saing hingga Kesulitan Dana”. Ekbis Sindo News

RHB Smart Talk

Tonton pembahasan menarik mulai dari ide trading, analisa fundamental, dan analisa teknikal untuk emiten saham pilihan

Setiap hari Senin-Jumat jam 8.45 pagi bersama tim riset RHB Sekuritas

Raih #MomenSmart bersama RHB Sekuritas

Trading saham lebih smart dengan mudah dan cepat bersama fitur ARO

PT RHB Sekuritas Indonesia

Revenue Tower 10-11th Floor
District 8, SCBD Lot 13
Jl. Jendral Sudirman Kav. 52-53
Jakarta, 12190

021-50939888 (Hunting RHB SI)
021-50939700 (Support OLT)

www.rhbtradesmart.co.id
id.support@rhbgroup.com

Download Sekarang

PT RHB Sekuritas Indonesia terdaftar dan diawasi oleh

© 2021 owned by RHB Sekuritas Indonesia
Terms & Condition Internal