<< Back

Mudah! Ini Cara Membedah dan Analisis Portofolio Saham yang Dimiliki!

cara membedah saham

Saat ini, saham menjadi salah satu instrumen investasi yang banyak dipilih lantaran imbal hasil yang terbilang cukup memuaskan. Tentunya, diperlukan strategi yang tepat untuk mendapatkan hasil maksimal, misalnya dengan mengetahui cara membedah saham dan melakukan analisa.

Mengenal Apa Itu Portofolio Saham

Sebelum mengetahui lebih jauh mengenai diversifikasi dan analisa portofolio saham, Smart People sudah pasti harus memahami tentang portofolio saham itu sendiri. Terlebih, portofolio menjadi hal yang sangat penting dan wajib diperhatikan saat berinvestasi saham.

Secara umum, portofolio merupakan kumpulan berbagai aset yang dimiliki oleh seorang investor. Aset yang dimaksud yakni berupa saham, obligasi, komoditas, reksadana, dan sebagainya. Lebih khusus, portofolio saham merupakan kumpulan aset investasi saham milik investor.

Meskipun merupakan kumpulan aset saham, bukan berarti seorang investor tidak dapat memiliki lebih dari satu portofolio. Terlebih, semua itu dapat dipisahkan untuk sejumlah keperluan baik yang sifatnya investasi jangka pendek maupun investasi jangka panjang.

Portofolio saham juga dapat menunjukkan profil risiko yang dimiliki oleh investor tersebut. Dengan demikian, akan dapat diketahui apakah Smart People sebagai investor memiliki profil risiko yang tinggi atau bahkan rendah.

Jumlah Ideal Saham dalam Portofolio

Seperti yang sudah disampaikan sebelumnya, sebuah portofolio merupakan kumpulan aset saham milik seorang investor. Namun yang jadi pertanyaan, apakah ada batasan untuk memiliki jumlah saham dalam satu portofolio?

Beberapa sumber mungkin akan menyebut sejumlah saham yang perlu ada dalam setiap portofolio. Akan tetapi, pada dasarnya tidak ada jumlah yang benar-benar tepat untuk menjawab pertanyaan tersebut.

Hal ini lantaran jumlah saham yang tepat dalam satu portofolio dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor. Mulai dari negara tempat tinggal dan investasi, kondisi pasar, hingga pengetahuan dan pengalaman Smart People selama menjalankan aktivitas investasi tersebut.

Jika masih merasa bingung, Smart People mungkin dapat mencoba mengisi satu portofolio dengan 2-10 saham. Itupun masih belum mutlak karena disesuaikan kembali dengan modal yang dimiliki hingga toleransi risiko masing-masing.

Katakanlah Smart People memiliki modal sekitar Rp 5 juta. Supaya tidak terfokus pada satu atau dua saham yang risikonya besar, Smart People dapat mengelola 4 sampai 5 saham berbeda dalam satu portofolio. Jumlah yang terbilang cukup ideal, kok!

Langkah-langkah Membedah Saham yang Dimiliki

Smart People pasti pernah mendengar istilah ‘jangan meletakkan semua telur dalam satu keranjang’. Istilah tersebut merujuk pada arti jika melakukan investasi, jangan hanya terpaku pada satu instrumen saja guna meminimalisir kerugian dan memaksimalkan potensi hasil.

Oleh karena itu, penting melakukan diversifikasi, yakni dengan cara membedah saham dan disesuaikan dengan karakteristiknya, mulai dari risiko, potensi imbal hasil, sampai dengan likuiditasnya. Berikut langkah-langkah yang sebaiknya dilakukan.

1. Memahami profil risiko

Profil risiko merupakan indikator kemampuan Smart People ketika menerima berbagai risiko investasi. Adapun profil risiko yang dimaksud terbagi menjadi tiga, yakni konservatif, moderat, dan agresif. Setiap investor umumnya akan masuk pada satu profil risiko.

Investor dengan tipe konservatif umumnya kurang suka menerima risiko sehingga lebih mengharapkan imbal hasil yang stabil. Sebaliknya, tipe moderat lebih siap menerima risiko sebesar apapun. Tipe agresif sendiri merupakan gabungan keduanya.

Dalam menentukan tipe profil risiko yang dimiliki, penting juga untuk memastikan tujuan Smart People dalam berinvestasi, apakah untuk jangka pendek, menengah, atau jangka panjang. Setelahnya, pilih produk yang sesuai profil risiko dan tujuan tersebut.

2. Menentukan alokasi aset

Saat sudah menentukan produk investasi yang akan dijalankan, tentukan kembali rasio penempatan dana atau aset dalam portofolio Smart People. Pastikan juga alokasi aset tersebut disesuaikan dengan profil risiko sehingga lebih mudah diaplikasikan.

Sebagai contoh jika Smart People lebih cenderung memiliki tipe profil konservatif, maka alokasi dapat dilakukan dengan cara membagi investasi pada 60% reksadana, 20% saham, dan 20% obligasi. Atau jika Smart People cenderung lebih moderat, maka alokasi dapat dibagi menjadi dua, yakni 50% saham dan 50% reksadana.

Lakukan Ini Setelah Membedah Saham

Meskipun sudah mengetahui bagaimana pembagian investasi aset, namun langkah diversifikasi tidak berhenti sampai disitu saja. Diversifikasi bukanlah suatu hal yang hanya dapat dilakukan sekali. Agar investasi lebih lancar, lakukanlah diversifikasi secara berkala.

Diversifikasi atau pembedahan aset saham perlu dilakukan terus menerus dengan memantau pergerakan masing-masing aset yang sudah dialokasikan. Terlebih, nilai setiap instrumen cenderung selalu berubah. Apabila ada salah satu yang menurun, lakukan rebalancing.

Rebalancing menjadi proses menyeimbangkan aset pada portofolio. Misalnya jika aset Smart People dibagi menjadi 50% saham dan 50% reksadana, namun ketika harga saham naik rebalancing dapat dilakukan dengan menjadikan aset 75% saham dan 25% di reksadana.

Itulah beberapa penjelasan mengenai portofolio saham dan cara membedah saham yang sebaiknya dilakukan. Tentunya, menjalankan aktivitas investasi saham saat ini tidak akan dapat dilakukan dengan mudah jika tidak menggunakan aplikasi yang memiliki fitur terbaik.

Gunakan RHB Tradesmart ID yang sudah dikenal luas sebagai salah satu aplikasi untuk investasi secara aman dan nyaman tanpa khawatir mengalami lag. Fiturnya juga lengkap dan mudah diakses. Segera download RHB Tradesmart ID dari Play Store atau App Store sekarang juga!

Referensi:

Adieb, Maulana. (2023). 5 Tips yang Harus Kamu Ketahui dalam Diversifikasi Portofolio Investasi. Diakses dari https://glints.com

Arviana. Geofanni Nerissa. (2023). Portofolio Saham: Pengertian, Tipe, dan Cara Membangunnya. Diakses dari https://glints.com

Insight, Wiseadvisor. (2022). How Many Stocks Make an Ideal Portfolio. Diakses dari https://www.wiseradvisor.com

Team, Investopedia. (2022). What Is the Ideal Number of Stocks to Have in a Portfolio?. Diakses dari https://www.investopedia.com

Tim Redaksi. (2023). Diversifikasi Portofolio Investasi Bagi Milenial. Diakses dari https://sikapiuangmu.ojk.go.id

RHB Smart Talk

Tonton pembahasan menarik mulai dari ide trading, analisa fundamental, dan analisa teknikal untuk emiten saham pilihan

Setiap hari Senin-Jumat jam 8.45 pagi bersama tim riset RHB Sekuritas

PT RHB Sekuritas Indonesia

Revenue Tower 10-11th Floor
District 8, SCBD Lot 13
Jl. Jendral Sudirman Kav. 52-53
Jakarta, 12190

021-50939888 (Hunting RHB SI)
021-50939700 (Support OLT)

www.rhbtradesmart.co.id
id.support@rhbgroup.com

Download Sekarang

PT RHB Sekuritas Indonesia terdaftar dan diawasi oleh

© 2021 owned by RHB Sekuritas Indonesia
Terms & Condition Internal