<< Back

MSCI Rebalancing? Ini Penjelasan Lengkapnya!

msci-rebalancing

Smart People tentu paham bahwa investasi memerlukan prinsip kehati-hatian. Jika suatu emiten terdengar terlalu bagus untuk jadi kenyataan, investor perlu berpikir lebih dalam sebelum mengambil keputusan. Salah satu acuan yang bisa membantu investor dalam menganalisis saham adalah indeks MSCI (Morgan Stanley Capital International).

Indeks internasional ini dikeluarkan oleh lembaga riset dan berfungsi untuk melacak pergerakan saham, menilai kualitas kinerja emiten, serta mengamati tren investasi. Dengan cakupan yang luas, indeks ini mencerminkan pergerakan pasar saham di tingkat global, regional, maupun sektoral, sehingga bisa menjadi referensi penting bagi investor.

Jenis Indeks MSCI

Sebagai sebuah pengukuran nilai saham, indeks MSCI memberikan kesempatan bagi para investor untuk menemukan saham yang tepat. Indeks ini menjangkau beragam sektor di berbagai bidang bisnis.

Pertama, MSCI untuk sektor global yang disebut MSCI AC World Index. Indeks ini mencerminkan pergerakan harga saham untuk emiten yang berada di seluruh dunia, mencakup saham di negara maju dan negara berkembang. Meskipun demikian, saham-saham yang terdaftar dalam indeks ini sudah dinyatakan layak dan potensial.

Kedua, MSCI untuk sektor regional, misalnya sektor negara berkembang yang disebut dengan MSCI Emerging Market Index. Indeks ini mencakup pergerakan harga saham dari emiten yang berada di negara berkembang. Tentu saja saham yang ada di daftar adalah yang dinyatakan sesuai dengan penghitungan indeks.

Ketiga, indeks MSCI yang berada di sebuah negara. Indeks ini digunakan untuk mengetahui pergerakan saham dan performa saham yang ada di sebuah negara. Contohnya adalah MSCI Indonesia yang memantau pergerakan dan performa saham di Indonesia.

Keempat, indeks sektoral. Indeks ini mencakup seluruh saham di sektor tertentu. Contohnya adalah MSCI World Information Technology. Kelima, indeks faktor. Indeks ini mengidentifikasi saham berdasarkan faktor pertumbuhan, nilai, dan ukuran perusahaan berkelanjutan. Contohnya MSCI USA Minimum Volatility.

Manfaat Memahami Indeks Morgan Stanley Capital International

Manfaat pertama dari memahami indeks ini, Smart People dapat mengetahui kualitas hasil investasinya apakah potensial atau tidak, dibandingkan dengan kinerja pasar secara umum. Investor dapat membandingkan potensi antar saham yang terdaftar dalam indeks MSCI.

Kedua, diversifikasi portofolio. Manfaat ini berkaitan dengan diversifikasi risiko karena terdapat variasi penempatan dana investasi ke beberapa saham. Saham yang terdaftar dalam indeks ini sangat beragam yang mencakup sektor global di berbagai bidang bisnis. Dengan demikian, semakin banyak kesempatan untuk memilih saham mana yang potensial dan sesuai dengan kondisi finansial.

Ketiga, memahami aliran dana asing. Dikarenakan mencakup berbagai saham hingga sektor global, indeks ini membantu investor mengetahui aneka saham dan membuka kesempatan berinvestasi ke negara lain.

Keempat, mengetahui nilai perusahaan. Indeks ini dapat dijadikan acuan dalam menilai kualitas dan performa saham perusahaan. Umumnya, saham yang ada dalam indeks MSCI mempunyai kondisi finansial yang kuat dan pertumbuhannya potensial. Dengan begitu, investor secara otomatis berkesempatan memilih saham paling potensial di antara yang potensial.

Kelima, memperoleh dasar pertimbangan dan analisis yang tepat. Indeks MSCI memberikan informasi berharga bagi investor dan sangat membantu dalam memilih saham berdasarkan performanya. Komposisi indeks terdiri dari analisis kapitalisasi pasar, bobot sektor, dan sejarah perubahan indeks. Informasi ini dapat digunakan untuk menganalisis dan menentukan keputusan investasi secara detail.

Cara Menghitung Indeks Morgan Stanley Capital International

Penghitungan indeks MSCI dilakukan melalui beberapa langkah. Langkah pertama adalah menentukan komponen saham. Indeks ini menentukan saham apa saja yang akan dimasukkan ke dalam indeks. Penentuan saham dilakukan dengan menyesuaikan kriteria indeks, kemudian melakukan pembobotan relatif pada setiap saham sesuai dengan kapitalisasi pasar ataupun metode lain yang sudah ditetapkan.

Kedua, menghitung indeks dasar. Caranya adalah mengalikan nilai saham setiap komponen dengan bobotnya. Hal tersebut menunjukkan indeks dasar yang menggambarkan kinerja pasar terkini. Ketiga, memantau perubahan nilai saham. Dalam jangka waktu tertentu, pasti ada perubahan nilai saham. Oleh karena itu, indeks MSCI memberlakukan penghitungan ulang setiap kali ada perubahan nilai saham dan penyesuaian harga penutupan.

Keempat, menyesuaikan bobot. Proses penyesuaian bobot sudah pasti harus dilakukan secara berkala agar akurat, mengingat ada berbagai perubahan kondisi. Proses penyesuaian bobot ini dapat dilakukan saat proses rebalancing ataupun saat kondisi tertentu.

Kelima, mempertimbangkan indeks dividen. Tahap terakhir ini berarti mempertimbangkan pemberian dividen oleh perusahaan dalam menentukan indeks. Pengaruh pembayaran dividen sangat berkontribusi pada penilaian indeks.

Rebalancing MSCI

Dalam rangka memastikan kredibilitas saham-saham yang terdaftar dalam indeks saham MSCI, terdapat proses rebalancing. Proses ini dilakukan secara rutin setiap tahun. Rebalancing dilakukan untuk memperbarui komposisi dan bobot saham yang ada di dalam indeks ini, sehingga bisa mencerminkan situasi pasar saham yang akurat.

Tahap rebalancing yang pertama adalah meninjau semua saham dan mengevaluasinya berdasarkan karakteristik inklusi indeks serta mempertimbangkan perubahan pasar saham, misalnya likuiditas, kapitalisasi pasar, dll. Kedua, indeks ini menentukan bobot relatif dari setiap saham berdasarkan tata cara penghitungan khusus.

Setelah dilakukan peninjauan dan penghitungan bobot tersebut, perubahan komposisi di dalam indeks akan diinformasikan ke publik dan pasar keuangan. Dengan demikian, investor dapat menyesuaikan portofolionya sesuai perubahan yang terjadi.

Efek BREN, CUAN, PTRO Tidak Masuk MSCI

Berdasarkan pertimbangan yang ada dan rutin melakukan rebalancing, efek BREN (PT Barito Renewables Energy Tbk), CUAN (PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk), dan PTRO (PT Petrosea Tbk) tidak dimasukkan ke dalam indeks MSCI. Keputusan ini dikeluarkan saat rebalancing pada Februari 2025 berdasarkan analisis dan masukan dari pelaku pasar saham, di mana ketiga saham tersebut tidak termasuk lagi ke dalam indeks MSCI. Ada potensi kekhawatiran terkait konsentrasi kepemilikan saham.

Berdasarkan penjelasan dari analis RHB Sekuritas Indonesia, Muhammad Wafi, ada serangkaian hal yang menarik. Jika dilihat dari komposisi indeks MSCI, yaitu rata-rata nilai transaksi, likuiditas, dan utilitas pasar, tiga emiten (BREN, CUAN, PTRO) tersebut layak masuk ke dalamnya. Akan tetapi, ada hal lain yang menjadi pertimbangan hingga pada akhirnya menolak memasukkan ketiga emiten tersebut. Keputusan MSCI tersebut kemudian menimbulkan efek domino yaitu dalam hal kecenderungan investor, terutama investor asing, untuk berinvestasi di negara berkembang. Indeks MSCI termasuk indeks populer yang menjadi rujukan mereka, sehingga tidak masuknya ketiga emiten tersebut mengurangi peluang investasi dari investor asing.

Meskipun demikian, MSCI mengumumkan bahwa mereka akan meninjau kembali keputusan mereka. Mereka terbuka untuk menerima masukan dari para pelaku pasar dan investor terkait kelayakan BREN, CUAN, dan PTRO hingga 31 Maret 2025. Selanjutnya, kejelasan tentang perlakuan ketiga saham tersebut disampaikan paling lambat pada 11 April 2025.

Temukan Saham Potensial Lewat RHB Tradesmart ID

Ada berbagai pertimbangan dalam menemukan saham potensial. Untuk memudahkannya, terdapat indeks MSCI yang mencakup aneka saham yang layak dan potensial di berbagai wilayah dan sektor. Melalui aplikasi RHB Tradesmart ID, Smart People dapat memilih saham potensial yang termasuk dalam indeks MSCI secara lebih praktis. Aplikasi ini mudah digunakan dan bisa diakses kapan saja. Yuk, segera unduh aplikasinya di Play Store atau App Store!

Referensi:

Bareksa.com. MSCI. Diakses dari https://www.bareksa.com/.

Desfika, Thresa Sandra. (2025). MSCI Buka Masukan untuk BREN, CUAN, PTRO. Diakses dari https://investor.id/.

KR. (2025). BREN, CUAN, dan PTRO Batal Masuk Review MSCI, Ada Apa? Diakses dari https://www.idnfinancials.com/.

Pengertian dan Istilah. (2025). Apa Itu MSCI: Indeks untuk Melacak Kinerja Pasar Saham Global. Diakses dari https://kumparan.com/.

Saretta, Irene Radius. (2024). Mengenal MSCI, Indeks Berlisensi Berisikan Saham Global, Regional, dan Sektoral. Diakses dari https://www.cermati.com/.

RHB Smart Talk

Tonton pembahasan menarik mulai dari ide trading, analisa fundamental, dan analisa teknikal untuk emiten saham pilihan

Setiap hari Senin-Jumat jam 8.45 pagi bersama tim riset RHB Sekuritas

PT RHB Sekuritas Indonesia

Revenue Tower 10-11th Floor
District 8, SCBD Lot 13
Jl. Jendral Sudirman Kav. 52-53
Jakarta, 12190

021-50939888 (Hunting RHB SI)
021-50939700 (Support OLT)

www.rhbtradesmart.co.id
id.support@rhbgroup.com

Download Sekarang

PT RHB Sekuritas Indonesia terdaftar dan diawasi oleh

© 2021 owned by RHB Sekuritas Indonesia
Terms & Condition Internal