<< Back

Jangan Takut Cut Loss, Begini Strateginya!

Semakin banyak masyarakat yang tertarik dengan investasi dan trading saham karena hasil yang menjanjikan. Padahal perlu diingat bahwa imbal hasil dari suatu investasi selalu berbanding lurus dengan risikonya. Oleh sebab itu, Smart People yang ingin investasi atau trading saham online harus memahami apa saja resikonya dan cara meminimalisir resiko tersebut.

Dalam dunia investasi saham mengenal sebuah strategi untuk menghindari kerugian besar dari suatu investasi yaitu dengan cut loss. Jika Smart People bertransaksi saham khususnya trading, penting untuk bisa menentukan kapan waktu yang tepat untuk melakukan cut loss. Jangan takut, Smart People bisa melakukan cut loss dengan mempertimbangkan hal berikut.

Perhitungan Rasio Risk dalam Investasi Saham

Perlu dipahami oleh para investor dengan baik bahwa peluang imbal hasil dari suatu investasi selalu diikuti dengan risiko yang berbanding lurus. Cara menentukan risiko dalam investasi saham bisa menggunakan rasio imbal balik seperti berikut.

Rasio Imbal Balik = laba : jumlah lembar saham

Contohnya A membeli saham di harga 4000 untuk 100 lembar saham. Kemudian dijual kembali dengan harga 4500 sehingga memperoleh laba Rp 50.000. Rasio imbal balik = 50.000/400.000 = 0,8. 

Smart People memang perlu belajar dan hati-hati dalam trading saham online agar tidak salah pilih saham yang bisa merugikan. Mengenai risiko investasi, Smart People sebaiknya selalu mempertimbangkan hal penting berikut.

  • Jangka waktu dan imbal balik

Hal penting yang perlu dipertimbangkan adalah jangka waktu dan besarnya imbal hasil yang Smart People harapkan. Jika berencana trading saham, pastikan untuk mengalokasikan dana ke saham yang sesuai imbal balik dan risiko yang sudah diperhitungkan terlebih dahulu.

  • Persediaan dana untuk investasi saham

Jangan lupa juga untuk menggunakan dana khusus untuk investasi atau trading saham. Semakin banyak dana yang Smart People alokasikan untuk saham, maka semakin besar pula risiko yang bisa dialami. Oleh sebab itu, hindari menggunakan dana tabungan atau dana darurat untuk trading saham.

  • Hindari berinvestasi pada satu jenis saham

Ketika membeli saham sebaiknya Smart People pilih perusahaan-perusahaan yang memiliki fundamental bagus. Jika memiliki dana besar untuk investasi atau trading, hindari mengalokasikan semuanya ke satu jenis saham.

  • Gunakan prinsip dasar trading

Salah satu prinsip dasar yang perlu diketahui bagi Smart People yang belajar trading saham adalah membeli ketika harga rendah dan menjual ketika harga tinggi. Prinsip dasar ini menjadi strategi paling mudah untuk Smart People meminimalisir risiko saham yang dibeli. Apabila harga saham turun terus menerus, maka Smart People bisa cut loss atau menjual saham tersebut.

Menentukan Waktu Melakukan Cut Loss yang Tepat

Ada beberapa kondisi yang bisa dipertimbangkan untuk melakukan cut loss. Waktu yang tepat untuk Smart People melakukan cut loss yaitu pada beberapa kondisi berikut.

1.     Kerugian sudah mencapai batas

Penting untuk Smart People menentukan terlebih dahulu batas kerugian saham sebelum berinvestasi atau trading saham. Batas kerugian ini bisa ditentukan sesuai dengan kemampuan finansial. Namun secara umum batas kerugian yang tidak terlalu besar antara 3% hingga 5% saja.

Apabila saham yang dibeli ternyata mengalami kerugian dan sudah mencapai batas yang Smart People tetapkan, maka ini waktu yang tepat untuk melakukan cut loss. Strategi ini mencegah Smart People mengalami kerugian yang lebih besar.

2.     Koreksi IHSG

Smart People perlu mengamati dengan teliti apabila ada koreksi IHSG. Ketahui apa penyebab koreksi IHSG berlangsung, seperti isu dalam negeri, kerusuhan, krisi, atau faktor lainnya.

Amati apakah koreksi ini terjadi secara terus menerus atau tidak. Saham-saham dengan harga rendah yang Smart People beli, sebaiknya dijual ketika koreksi ini berlangsung.

3.     Kesalahan membeli saham

Ketika membeli saham bisa saja Smart People salah memilih karena tidak melakukan analisis secara mendalam atau transaksi yang terburu-buru. Saham ini sebaiknya dijual, apalagi jika indeks untuk harga saham tersebut cenderung menurun.

Lakukan cut loss untuk mencegah kerugian yang lebih besar. Smart People bisa menggunakannya untuk saham-saham berikutnya yang memiliki peluang yang bagus berdasarkan analisis fundamental.

4.     Harga saham terus menurun

Setiap trader atau investor pasti melakukan analisis fundamental dulu sebelum membeli saham. Jenis saham yang memiliki potensi tinggi biasanya akan dipilih. Namun terkadang kondisi masa berbeda dari yang sudah diprediksi sebelumnya.

Apabila ternyata saham yang Smart People terus menurun, cut loss bisa menjadi solusinya. Perusahaan yang bermasalah atau performanya menurun, sahamnya tidak layak untuk dipertahankan. 

Itulah beberapa informasi mengenai risiko dalam investasi saham yang perlu diketahui. Melakukan cut loss menjadi strategi untuk mengurangi risiko dalam bertransaksi saham. Smart People tidak perlu takut untuk melakukan cut loss dalam trading saham online karena bisa mempertimbangkan strategi di atas.

Mengasah kemampuan trading dengan berani melakukan cut loss menjadi bagian bagi seorang investor atau trader. Jika Smart People ingin belajar saham, aplikasi RHB Tradesmart menyediakan berbagai fitur untuk transaksi saham yang bisa mengasah kemampuan Smart People. Download aplikasi RHB Tradesmart di Play Store dan App Store untuk trading saham yang lebih mudah dari smartphone.

RHB Smart Talk

Tonton pembahasan menarik mulai dari ide trading, analisa fundamental, dan analisa teknikal untuk emiten saham pilihan

Setiap hari Senin-Jumat jam 8.45 pagi bersama tim riset RHB Sekuritas

Raih #MomenSmart bersama RHB Sekuritas

Trading saham lebih smart dengan mudah dan cepat bersama fitur ARO

PT RHB Sekuritas Indonesia

Revenue Tower 10-11th Floor
District 8, SCBD Lot 13
Jl. Jendral Sudirman Kav. 52-53
Jakarta, 12190

021-50939888 (Hunting RHB SI)
021-50939700 (Support OLT)

www.rhbtradesmart.co.id
id.support@rhbgroup.com

Download Sekarang

PT RHB Sekuritas Indonesia terdaftar dan diawasi oleh

© 2021 owned by RHB Sekuritas Indonesia
Terms & Condition Internal