<< Back

Jangan Salah Pakai Saat Investasi! Ini Pengertian Uang Panas dan Uang Dingin

uang panas, uang dingin

Ada banyak hal yang harus dipertimbangkan sebelum berinvestasi. Salah satunya adalah alokasi dana yang digunakan untuk investasi, apakah menggunakan uang panas atau dingin. Investor harus disiplin dalam mengalokasikan dana tersebut untuk tujuan jangka panjang.

Lalu, uang mana yang sebaiknya digunakan untuk investasi? Biar lebih paham mengenai hot money dan cold money dalam manajemen keuangan, simak penjelasan berikut. 

Pengertian Uang Panas dan Uang Dingin

Istilah uang panas dikaitkan dengan uang yang digunakan untuk keperluan sehari-hari atau konsumsi. Jadi, hot money ini bisa dikatakan sebagai uang konsumtif.

Jenis uang ini bergerak cepat atau sangat aktif dalam penggunaannya. Uang yang didapatkan dari pinjaman bank atau pinjaman dengan bunga tinggi juga termasuk dalam kategori ini.

Sedangkan uang dingin adalah uang yang tidak aktif atau “dingin” dalam penggunaannya. Tidak akan digunakan untuk membayar kebutuhan konsumsi primer.

Uang ini seringkali disimpan dalam bentuk tabungan dan tidak digunakan dalam jangka waktu yang lama. Istilah populer lainnya dari jenis uang ini adalah “uang nganggur” atau “uang mati”.

Cara Membedakan dan Mengatur Uang Panas dan Uang Dingin

Cara mudah membedakan antara “uang konsumtif” dengan “uang nganggur” ini adalah tingkat penggunaannya. Uang konsumtif alias “hot money” akan lebih mudah untuk cepat habis karena sering digunakan, bisa setiap bulan atau bahkan setiap hari.

Contohnya adalah uang belanja bulanan, uang untuk membayar cicilan seperti rumah (KPR) dan kendaraan, serta uang untuk membayar tagihan seperti listrik, internet hingga kartu kredit. Jenis uang ini sebaiknya tidak dialihkan ke pos lain meskipun hanya sebentar.

Sedangkan untuk uang yang bisa dikatakan “uang nganggur” tidak akan digunakan dalam jangka waktu 1 hingga 3-5 tahun ke depan. Jadi, uang ini hanya disimpan, baik dalam bentuk tabungan, dana darurat, maupun investasi.

Tidak ada aturan pasti untuk jumlah uang “panas” dan “dingin” ini, tetapi Smart People dapat mengatur sesuai pemasukan dan kebutuhan. Ketika mendapatkan gaji bulanan, sebaiknya buat rencana keuangan dengan memprioritaskan kebutuhan utama dan cicilan. Sisanya dapat disimpan atau dikelola untuk tujuan jangka panjang.

Cara Mengalokasikan Uang Panas dan Uang Dingin

Mengalokasikan “hot money” mungkin cukup mudah karena memang sudah rutin dilakukan. Umumnya, uang ini dialokasikan untuk beberapa kebutuhan berikut.

1. Kebutuhan pokok

Alokasikan uang Smart People untuk kebutuhan pokok, misalnya makanan, bahan makanan, perlengkapan mandi, deterjen, obat-obatan, pakaian, biaya transportasi, biaya tempat kos, dan kebutuhan pokok lainnya.

2. Cicilan

Jangan lupa untuk mengalokasikan gaji untuk membayar cicilan, baik itu cicilan bank, KPR, kendaraan dan kewajiban lainnya.

3. Keinginan

Sisihkan sebagian untuk kebutuhan hiburan seperti jalan-jalan, menonton film, dan belanja lainnya untuk self reward. Alokasi untuk kebutuhan ini harus dibuat setelah kebutuhan pokok dan kewajiban.

Cara Mengelola Uang Dingin

Lantas, bagaimana cara mengelola “uang nganggur”? Tentu uang ini lebih fleksibel untuk dikelola Smart People karena tidak akan digunakan untuk keperluan mendesak. Jenis uang ini dapat dialokasikan untuk investasi jangka panjang seperti berikut.

1. Dana Pensiun

Mengalokasikan uang untuk dana pensiun sangat penting jika Smart People menginginkan masa tua yang sejahtera. Smart People dapat menyimpannya pada tabungan-tabungan dana pensiun agar mendapatkan manfaat untuk jangka panjang.

Pisahkan tabungan pensiun dengan tabungan biasa untuk mencegah Smart People tergoda menggunakannya. Dana pensiun dapat mencukupi kebutuhan saat Smart People sudah tidak bekerja sehingga tidak membebani keluarga. 

2. Dana Darurat

Smart People juga dapat mengalokasikan uang ini sebagai dana darurat. Jumlahnya tidak harus besar tetapi disesuaikan saja dengan kebutuhan. Simpanan ini dapat menjadi cadangan keuangan apabila terjadi keadaan darurat.

Misalnya saat terkena PHK, kecelakaan, sakit, dan keadaan tidak terduga lainnya. Ketika risiko ini terjadi, Smart People tetap bisa memenuhi kebutuhan dan tidak harus sampai meminjam uang.

3. Asuransi Pendidikan Anak

Apabila ada uang nganggur, Smart People dapat menabung dalam bentuk asuransi pendidikan. Hal ini dapat membantu Smart People untuk memastikan pendidikan anak di masa depan tetap terjangkau.

Seperti yang diketahui bahwa biaya pendidikan bertambah mahal setiap tahunnya. Oleh sebab itu, penting untuk dipersiapkan sejak dini. Dengan menyiapkan biaya pendidikan, masa depan anak juga akan lebih terjamin.

4. Investasi

Smart People yang memiliki “uang nganggur” bisa mengalokasikan untuk tujuan investasi. Misalnya investasi pada properti, obligasi, reksadana, logam mulia hingga saham. Tentukan instrumen investasi sesuai dengan profil risiko.

Dibanding instrumen investasi lain, saham menawarkan imbal hasil yang lebih tinggi. Smart People dapat menggunakan uang nganggur yang dimiliki untuk membeli saham untuk diversifikasi investasi. Dengan diversifikasi dapat membantu meminimalkan risiko dan meningkatkan peluang imbal hasil yang seimbang.

Dari pada dibiarkan nganggur, Smart People dapat menggunakannya untuk investasi saham dan mendapatkan manfaatnya untuk jangka panjang. Segera Download aplikasi RHB Tradesmart ID di Play Store dan App Store untuk mulai belajar investasi.

Itulah pembahasan mengenai hot money dan cold money dalam mengelola keuangan. Jadi, sangat disarankan untuk berinvestasi hanya menggunakan uang dingin. Jangan menggunakan uang belanja, uang pinjaman apalagi sampai menggadaikan barang untuk investasi meskipun Smart People merasa akan mendapatkan imbal hasil yang besar. 

Referensi:

Vadhia Lidyana. 2021. “Investasi Saham Jangan Pakai Uang Panas, Mending Pakai Cara Ini”. Detik.com

Wisnu. 2023. “Mengenal Istilah Uang Dingin dan Cara Mengelolanya”. Myrobin.id

Lona Olavia. 2022. “Investasi Harus Pakai Uang Dingin, Berikut Pengertian Si Uang Dingin”. Investor.id

RHB Smart Talk

Tonton pembahasan menarik mulai dari ide trading, analisa fundamental, dan analisa teknikal untuk emiten saham pilihan

Setiap hari Senin-Jumat jam 8.45 pagi bersama tim riset RHB Sekuritas

PT RHB Sekuritas Indonesia

Revenue Tower 10-11th Floor
District 8, SCBD Lot 13
Jl. Jendral Sudirman Kav. 52-53
Jakarta, 12190

021-50939888 (Hunting RHB SI)
021-50939700 (Support OLT)

www.rhbtradesmart.co.id
id.support@rhbgroup.com

Download Sekarang

PT RHB Sekuritas Indonesia terdaftar dan diawasi oleh

© 2021 owned by RHB Sekuritas Indonesia
Terms & Condition Internal