<< Back

Jadi Trader Vs Investor, Mana yang Lebih Cocok untuk Smart People?

Jika membicarakan tentang saham, sudah pasti istilah trader dan investor hampir selalu ikut serta diperbincangkan. Meskipun keduanya sama-sama mencari imbal hasil dari pasar saham, namun terdapat perbedaan yang cukup krusial di antara keduanya dalam memperoleh imbal hasil tersebut. Penasaran apa bedanya trader dan investor saham? Smart People bisa simak ulasannya di bawah ini. 

Apa Itu Trader

Trader merujuk pada pelaku trading yang mengaplikasikan strategi jangka pendek untuk bisa memaksimalkan imbal hasil dari transaksi saham, baik itu sifatnya harian, bulanan, maupun kuartal. Imbal hasil dari pasar saham biasanya diperoleh trader dengan cara menjual saham di harga yang lebih tinggi ataupun membeli saham di harga yang lebih rendah. 

Tipe trader biasanya dibedakan berdasarkan periode waktu kepemilikannya atas saham. Secara umum, terdapat 4 tipe trader di pasar saham, yakni position trader, swing trader, day trader, dan scalp trader. Position trader mempertahankan posisinya paling lama, yakni hingga beberapa bulan atau tahun, sedangkan scalp trader yang paling cepat yakni hanya beberapa detik hingga menit saja. 

Apa Itu Investor?   

Berbeda dengan trader, investor menjalankan investasi saham dalam jangka panjang, dengan tujuan untuk mengumpulkan imbal hasil sebanyak-banyaknya dalam jangka waktu yang lama. Alih-alih menjual sahamnya dalam waktu dekat setelah melakukan pembelian, investor saham akan memilih untuk menahan sahamnya selama beberapa tahun atau bahkan beberapa dekade. 

Imbal hasil dari selisih penjualan saham bukanlah satu-satunya yang diincar oleh investor. Bagi investor, imbal hasil juga bisa berasal dari bunga hingga dividen yang dibagikan secara berkala oleh emiten atau perusahaan. Secara umum, terdapat 2 tipe investor di pasar saham yang dibedakan berdasarkan keaktifannya berinvestasi, yakni investor aktif dan investor pasif. 

Perbedaan antara Trader dengan Investor 

  1. Strategi Investasi 

Salah satu perbedaan utama antara trader dengan investor adalah strateginya dalam mendapatkan imbal hasil dari saham. Bagi trader, strategi yang dilakukan adalah dengan menjual ataupun membeli saham berdasarkan pergerakan harga saham tersebut. Sedangkan bagi investor, strateginya adalah dengan membeli saham, lalu mempertahankan saham tersebut selama periode waktu tertentu. 

  1. Durasi Investasi 

Perbedaan selanjutnya terlihat dari durasi atau lama waktu investasi saham yang dilakukan oleh trader dan investor. Bagi para trader, investasi saham sifatnya jangka pendek, bahkan ada yang hanya dimiliki selama beberapa detik saja sebelum akhirnya dijual. Sedangkan bagi investor sendiri, durasi investasi sifatnya jangka panjang bahkan ada yang sampai berpuluh tahun lamanya. 

  1. Risiko Investasi 

Trader dan investor juga berbeda jika dilihat dari segi risiko yang berpotensi dihadapinya. Para trader lebih memiliki risiko investasi yang tinggi disebabkan karena investasi jangka pendek yang dilakukannya. Sedangkan bagi para investor, risikonya terbilang lebih rendah dibandingkan dengan para trader karena menjalankan investasi jangka panjang. 

  1. Sumber Imbal Hasil 

Perbedaan trader dan investor juga tergambar dari sumber imbal hasil yang berpotensi untuk didapatkannya. Bagi para trader, sumber imbal hasil utamanya berasal dari selisih harga jual dan harga beli dari saham, jadi begitu tergantung pada pergerakan harga saham. Namun bagi para investor, sumber imbal hasil tidak hanya dari selisih harga saja melainkan juga bisa dari dividen. 

  1. Potensi Imbal Hasil 

Perbedaan selanjutnya antara trader dengan investor terletak pada potensi imbal hasil yang bisa diperolehnya. Mengingat trader menghadapi risiko yang lebih besar, tidak mengherankan jika potensi imbal hasil yang bisa diperolehnya juga semakin membumbung tinggi. Sedangkan bagi investor, dengan risiko investasi yang lebih rendah, potensi imbal hasilnya lebih terbatas. 

Tips Memilih antara Trader atau Investor 

  1. Cari Tahu Profil Risiko 

Jika Smart People masih ragu untuk memilih jadi trader atau investor, baiknya cari tahu dulu bagaimana profil risiko Smart People. Dengan mengetahui profil risiko, maka Smart People bisa menakar seberapa besar risiko investasi yang bisa dihadapi. Tinggi atau rendahnya toleransi risiko bisa disesuaikan dengan trader yang tinggi risiko atau investor yang risikonya lebih rendah. 

  1. Pertimbangkan Waktu Investasi 

Tips selanjutnya untuk memilih antara trader atau investor adalah dengan mempertimbangkan seberapa banyak waktu yang bisa Smart People alokasikan untuk investasi saham. Trader membutuhkan waktu investasi yang lebih banyak karena harus memantau pergerakan pasar saham secara aktif. Sedangkan investor sifatnya lebih pasif dari segi waktu. 

  1. Tentukan Tujuan Investasi 

Agar lebih mudah memutuskan untuk jadi trader atau investor, Smart People bisa jadikan tujuan investasi sebagai dasar dalam memilihnya. Jika tujuan investasi Smart People adalah untuk mengumpulkan imbal hasil sebanyak-banyaknya dalam waktu singkat, trader merupakan pilihan yang tepat. Namun, jika ingin mengumpulkan imbal hasil secara berkelanjutan, investor bisa jadi pilihan. 

Jalankan Trading atau Investasi Saham dengan RHB Tradesmart ID 

Baik itu trading atau investasi saham, keduanya sama-sama bisa Smart People andalkan untuk memperoleh imbal hasil dari pergerakan pasar saham. Agar nantinya bisa menjalankan trading atau investasi saham dengan lebih lancar dan mudah, Smart People bisa gunakan RHB Tradesmart ID, aplikasi trading dan investasi saham online

Penggunaan RHB Tradesmart ID memungkinkan Smart People untuk bisa trading ataupun berinvestasi dengan fleksibel. Tidak hanya itu saja, keberadaan fitur SMART pada aplikasi ini juga bakal bisa mendukung aktivitas trading dan investasi yang Smart People lakukan. Modal awalnya pun juga terbilang ekonomis, yakni dengan Rp100.000 saja. 

Yakin tidak mau sesegera mungkin meraup imbal hasil trading dan investasi saham dengan RHB Tradesmart ID? Yuk unduh aplikasi RHB Tradesmart ID sekarang juga dan rasakan pengalaman berbeda saat trading dan investasi saham.   

Sumber: 

Shah, Vivek. 2024, Januari 24. Trading vs Investing. Wallstreet Mojo. Diakses pada tanggal 20 Maret 2024 melalui https://www.wallstreetmojo.com/trading-vs-investing/

Coombes, Andrea & Fuente, Pamela de la. 2023, Oktober 12. Stock Trading vs. Investing: What’s the Difference? Nerdwallet. Diakses pada tanggal 20 Maret 2024 melalui https://www.nerdwallet.com/article/investing/stock-trading-vs-investing

Folger, Jean. 2023, Juli 30. Investing vs. Trading: What’s the Difference? Investopedia. Diakses pada tanggal 20 Maret 2024 melalui https://www.investopedia.com/ask/answers/12/difference-investing-trading.asp

 

RHB Smart Talk

Tonton pembahasan menarik mulai dari ide trading, analisa fundamental, dan analisa teknikal untuk emiten saham pilihan

Setiap hari Senin-Jumat jam 8.45 pagi bersama tim riset RHB Sekuritas

PT RHB Sekuritas Indonesia

Revenue Tower 10-11th Floor
District 8, SCBD Lot 13
Jl. Jendral Sudirman Kav. 52-53
Jakarta, 12190

021-50939888 (Hunting RHB SI)
021-50939700 (Support OLT)

www.rhbtradesmart.co.id
id.support@rhbgroup.com

Download Sekarang

PT RHB Sekuritas Indonesia terdaftar dan diawasi oleh

© 2021 owned by RHB Sekuritas Indonesia
Terms & Condition Internal