<< Back

Ini Cara Menghitung Imbal Hasil Investasi

Cara Menghitung Imbal Hasil

Sebagai seorang investor, Smart People sudah harus siap berhadapan dengan yang namanya imbal hasil (gain) dan kerugian (loss). Bahkan, bisa dibilang kalau gain dan rugi itu sudah menjadi makanan sehari-hari bagi para investor. Maka dari itu begitu krusial sifatnya untuk mengetahui seberapa banyak imbal hasil atau  kerugian yang dialami. 

Dengan mengetahui seberapa besar imbal hasil atau kerugian, investor bisa menjadikannya sebagai tolak ukur keberhasilan dari investasi yang dia lakukan. Makanya, seorang investor baiknya harus bisa menghitung berapa persentase imbal hasil atau rugi investasinya. Simak berikut ini ulasan mengenai pentingnya perhitungan tersebut, berikut dengan cara menghitungnya.

Apa yang Dimaksud Imbal Hasil dan Kerugian dalam Investasi?     

Sebelum membahas mengenai cara menghitung persentase imbal hasil atau kerugian dalam investasi, yuk pahami dulu apa yang dimaksud dengan imbal hasil dan kerugian. Sebagai seorang investor, sudah sepatutnya Smart People mengetahui makna dari kedua istilah ini mengingat imbal hasil atau rugi hampir selalu mengiringi setiap investasi yang dilakukan. 

Imbal hasil atau gain merupakan kondisi yang terjadi saat harga terkini dari aset atau instrumen investasi yang dimiliki lebih tinggi dibandingkan harga yang dibayarkan oleh investor saat membelinya dulu. Simpelnya, bisa dibilang kalau imbal hasil itu merupakan peningkatan nilai atau value dari aset investasi tersebut. 

Lalu, bagaimana dengan kerugian atau loss? Berkebalikan dengan imbal hasil, kerugian terjadi saat harga aset investasi tersebut mengalami penurunan sejak aset investasi tersebut dikoleksi atau dimiliki oleh investor. Saat investasi mengalami kerugian, maknanya nilai dari aset investasi itu mengalami penurunan.

Mengapa Penting Menghitung Persentase dalam Investasi? 

Seperti yang disebutkan sebelumnya, penting sifatnya bagi para investor untuk berapa persentase imbal hasil atau rugi dari investasi yang dijalankannya. Pasalnya, persentase gain atau rugi tersebut akan menunjukkan seberapa banyak yang bisa dihasilkan dari investasi, dibandingkan dengan jumlah yang seharusnya dibutuhkan untuk mencapai gain tersebut. 

Selain itu, dengan mengetahui persentase imbal hasil atau rugi, investor akan bisa mengetahui apakah strategi investasi yang dilakukannya berhasil atau tidak. Jika sekiranya berhasil, sejauh mana imbal hasil yang bisa dihasilkan dari strategi investasi tersebut. Kalau imbal hasil yang diperoleh belum sesuai dengan keinginan, maka bisa dijadikan sebagai bahan evaluasi atas strategi tersebut. 

Sedangkan jika investasi mengalami kerugian, maknanya strategi investasi belum bisa mencapai tujuan investasi yang dilakukan. Dari terjadinya kerugian tersebut, investor bisa menyadari kalau ada yang harus dirombak dari strategi investasi yang selama ini dijalankannya. Simpelnya, bisa dibilang kalau persentase imbal hasil atau rugi merupakan pembuktian dari berhasil atau tidaknya investasi.  

Cara Menghitung Persentase 

Agar bisa mengkalkulasikan berapa persentase gain atau rugi dari sebuah investasi, investor perlu mengetahui terlebih dahulu seberapa besar biaya atau harga pembelian awal dari aset investasi tersebut. Jika sekiranya investor tidak mengetahui harga awal tersebut, investor bisa mengetahui informasi tersebut dari broker yang dipakai jasanya oleh investor. 

Jika investor sudah mengetahui berapa harga pembelian awal aset investasi (initial purchase price), investor kemudian bisa mengurangkan harga penjualan (selling price) dengan harga pembelian awal tersebut Hasil dari pengurangan ini merupakan seberapa banyak gain atau kerugian dari investasi tersebut. 

Untuk bisa mengetahui berapa persentasenya, bagi hasil pengurangan harga sebelumnya dengan harga pembelian awal aset investasi, lalu hasilnya kalian dengan 100. Adapun formula lengkap untuk mengetahui berapa besar persentase gain atau rugi dari investasi ini adalah harga jual  –harga pembelian awalharga pembelian awal x 100. 

Jika persentasenya menunjukkan angka positif, maknanya terjadi gain pada investasi. Sebaliknya, jika persentasenya negatif, maknanya investor mengalami kerugian dari investasi yang dijalankan. Hasilnya inilah yang kemudian disebut sebagai persentase gain atau rugi dalam investasi. 

Contoh Perhitungan Persentase Imbal Hasil atau Rugi di Investasi Saham 

Menghitung persentase gain atau rugi investasi terbilang cukup mudah. Sebagai contoh, Smart People merupakan investor saham yang baru saja menjual 1000 lembar saham perusahaan A dengan harga Rp2.000 per lembar saham, sehingga totalnya adalah 2 juta. Untuk harga pembelian awal atau modal awalnya sendiri adalah Rp1.500 per lembar saham, sehingga totalnya 1.5 juta.

Butuh edukasi seputar saham lainnya? Follow akun Instagram RHB Sekuritas

Dengan menggunakan formula di atas, maka perhitungannya adalah 2.000.000  –1.500.0001.500.000 x 100. Adapun hasil dari perhitungan ini adalah 33.3%, yang menunjukkan persentase yang positif. Persentase hasil tersebut menunjukkan kalau investasi saham yang dilakukan mendatangkan gain sebesar 33.3% bagi Smart People. 

Mulai Investasi Saham dengan RHB Tradesmart ID

Potensi gain atau rugi merupakan hal yang lumrah terjadi saat melakukan investasi. Jadi, jangan hanya siap menanggung gain saja, melainkan juga risiko mengalami kerugian. Bagi Smart People yang tertarik untuk melakukan investasi, salah satu instrumen investasi yang memiliki potensi untuk mendatangkan gain yang besar adalah saham. 

Investasi saham bisa dengan mudah Smart People mulai dengan menggunakan aplikasi trading saham online, RHB Tradesmart ID. RHB Tradesmart ID bersifat mudah dan ekonomis, sehingga cocok digunakan oleh investor saham pemula, dengan modal awal yang ramah kantong pula. Didukung dengan deretan fitur unggulan, bakal membuat pengalaman investasi saham jadi luar biasa. 

Itulah tadi ulasan mengenai imbal hasil dan kerugian dalam investasi, berikut dengan cara untuk menghitung persentase imbal hasil atau rugi dari investasi tersebut. Dengan mengetahui imbal hasil atau kerugian dalam berinvestasi, Smart People jadi bisa mengetahui apakah investasi yang dilakukan sudah sesuai dengan harapan atau masih ada strategi yang perlu diperbaiki. 

Yuk mulai investasi saham dari sekarang dengan menggunakan RHB Tradesmart ID. Aplikasi trading saham online ini dirancang sedemikian rupa untuk bisa mendampingi dan mendukung aktivitas investasi pada penggunanya. Smart People bisa dengan mudah mengunduh aplikasinya melalui smartphone

Sumber: 

The Investopedia Team. (2022, Maret 02). How to Calculate the Percentage Gain or Loss on an Investment. Investopedia. Diakses pada tanggal 15 Maret 2023 melalui https://www.investopedia.com/ask/answers/how-do-you-calculate-percentage-gain-or-loss-investment/#toc-formula-for-calculating-percentage-gain-or-loss

Segal, Troy. (2023, Januari 27). What Are Unrealized Gains and Losses? Investopedia. Diakses pada tanggal 15 Maret 2023 melalui https://www.investopedia.com/ask/answers/04/021204.asp

The Investopedia Team. (2021, September 05). Gains and Losses vs. Revenue and Expenses: What’s the Difference? Investopedia. Diakses pada tanggal 15 Maret 2023 melalui https://www.investopedia.com/ask/answers/101314/what-are-differences-between-gains-losses-and-revenue-expenses.asp

RHB Smart Talk

Tonton pembahasan menarik mulai dari ide trading, analisa fundamental, dan analisa teknikal untuk emiten saham pilihan

Setiap hari Senin-Jumat jam 8.45 pagi bersama tim riset RHB Sekuritas

PT RHB Sekuritas Indonesia

Revenue Tower 10-11th Floor
District 8, SCBD Lot 13
Jl. Jendral Sudirman Kav. 52-53
Jakarta, 12190

021-50939888 (Hunting RHB SI)
021-50939700 (Support OLT)

www.rhbtradesmart.co.id
id.support@rhbgroup.com

Download Sekarang

PT RHB Sekuritas Indonesia terdaftar dan diawasi oleh

© 2021 owned by RHB Sekuritas Indonesia
Terms & Condition Internal