<< Back

Investasi Saham vs NFT dan Crypto

Investasi saham sudah sejak lama dilakukan banyak orang untuk mengelola dan meningkatkan kondisi finansial di masa depan. Pada perkembangannya, investasi merembet ke produk digital seperti NFT dan Crypto.

Adapun saham lebih banyak disarankan dibanding dengan NFT dan Crypto. Mengapa demikian? Hal ini karena saham adalah jenis investasi yang lebih stabil dibanding NFT dan Crypto yang tidak stabil, bahkan cenderung menurun. 

Alasan Mengapa Investasi Saham Stabil

Saham adalah salah satu aset yang sudah lama digunakan secara luas untuk berinvestasi. Smart People pasti tahu bahwa saham sudah ada jauh sebelum crypto dan NFT. Saham merupakan investasi pilihan banyak orang karena lebih stabil.

1. Memiliki fundamental yang jelas

Saham adalah surat berharga yang menyatakan kepemilikan suatu perusahaan. Ini artinya investor berinvestasi pada aset yang jelas, ada barangnya dan ada nilainya. 

Dengan adanya instrumen atau aset yang jelas, maka nilai fundamental dari investasi ini dapat diketahui. Berbeda dengan NFT dan Crypto yang hanya berwujud maya (digital).

2. Tetap bernilai meski harganya turun

Jenis investasi ini lebih stabil karena memiliki nilai intrinsik. Aset yang Smart People miliki tetap berharga meskipun nilainya turun. 

Berbeda dengan aset crypto yang bisa hilang nilainya ketika sudah tidak ada peminat. Sifat inilah yang membuat crypto, NFT, atau investasi digital lebih berisiko. 

3. Bisa dianalisa

Meskipun pasar saham berfluktuasi, tetapi dapat dianalisa untuk menghindari kerugian. Investor dapat melakukan analisis fundamental dan teknikal sebelum mengambil keputusan.

4. Memiliki peraturan yang jelas

Perdagangan saham diatur serta diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Jika ada emiten yang melanggar peraturan, maka bisa dikenai sanksi tegas OJK. Termasuk pada saham yang bergerak secara tidak wajar.

Penyebab Investasi NFT dan Crypto Tidak Stabil, Cenderung Menurun

NFT dan crypto sempat ramai diperbincangkan dengan berbagi pro dan kontra sebagai aset investasi. Namun, instrumen ini rentah goyah karena beberapa faktor berikut.

1. Spekulasi

Tidak seperti saham yang bisa dianalisa berdasarkan fundamental perusahaan, NFT dan Crypto sangat terpengaruh oleh spekulasi dan sentimen pasar. Instrumen digital ini dapat dengan mudah digerakkan oleh orang-orang yang memiliki pengaruh besar.

Sebut saja Elon Musk yang sempat beberapa kali memicu gejolak keuangan pada beberapa jenis Crypto. Cuitan Elon Musk yang menyatakan dirinya adalah suporter Bitcoin sempat menyebabkan mata uang digital ini naik 20%.

2. Isu berbasis teknologi

Berbeda dengan saham yang memiliki underlying asset yang jelas. Crypto dan NFT pada dasarnya dibangun di atas sistem teknologi yang kompleks, seperti blockchain. Teknologi ini memungkinkan mengalami gangguan teknis yang menyebabkan fluktuasi nilai crypto.

Belum lagi masalah pelanggaran keamanan yang dapat berdampak signifikan pada harga mata uang crypto. Hal ini yang menyebabkan volatilitas di pasar sehingga crypto dan NFT dapat naik dan terjun bebas.

3. Sifat terdesentralisasi

Sifat mata uang digital yang terdesentralisasi menjadi salah satu penyebab investasi ini tidak stabil. Crypto beroperasi secara independen dan tidak tunduk pada otoritas pusat mana pun.

Struktur terdesentralisasi ini dapat menyebabkan konflik keputusan para pelaku pasar yang berdampak pada perubahan harga.

4. Kurangnya peraturan yang jelas

Perdagangan di pasar saham memiliki peraturan yang jelas. Berbeda dengan crypto dan NFT yang masih dalam tahap pengembangan. Beberapa negara masih mencoba membuat peraturan untuk memetakan pertumbuhan investasi sekaligus melindungi para investor ritel.

Peraturan yang masih kurang jelas ini menyebabkan crypto dan NFT rawan dimanfaatkan oleh kelompok tertentu untuk menaikkan atau menurunkan harga secara artificial. Tidak ada pedoman peraturan yang jelas terkait crypto dan NFT menyebabkan harga lebih fluktuatif dibandingkan dengan saham.

5. Ingin berlomba-lomba sebagai market maker crypto

Crypto dan NFT cenderung tidak stabil karena investasi ini banyak dipengaruhi oleh tren. Perilaku FOMO dapat menyebabkan harga mata uang crypto naik pesat. Sebaliknya, saat sudah tidak terlalu diminati harganya dapat terjun bebas atau bahkan tidak bernilai.

Selain itu, banyak pihak yang ingin membuat token crypto hanya untuk mencari imbal hasil di tengah tren atau FOMO masyarakat. Sebagai contoh, Do Kwon yang sukses membuat token Luna menyentuh 10 dolar per keping pada April tahun lalu.

Namun, kesuksesan ini hanya sementara karena token Luna yang ambruk pada bulan berikutnya. Pada Mei tahun lalu, nilai mata uang ini jatuh sangat jauh hingga ke bawah 1 dolar. 

Cara Menghindari FOMO dan Menilai Investasi di Masa Akan Datang

Semakin banyak investasi NFT dan crypto, membuat banyak orang ikut-ikutan berinvestasi hanya karena FOMO. Berikut beberapa tips menghindari FOMO investasi.

1. Miliki tujuan dan rencana investasi yang jelas

2. Sadari kekuatan atau profil risiko

3. Batasi menggunakan media sosial

4. Mengelola risiko

5. Mempelajari lebih mendalam mengenai produk investasi

Sebelum ke ranah Crypto dan NFT, sebaiknya Smart People belajar investasi atau trading mulai dari saham yang lebih stabil dan likuid. Jual-beli saham dapat dilakukan online melalui aplikasi. Yuk, download aplikasi RHB Tradesmart ID di Play Store dan App Store.

Demikian pembahasan mengenai alasan saham lebih stabil dibanding investasi cryptocurrency dan NFT. Jadi, jangan asal ikut-ikutan jika Smart People tidak benar-benar mengetahui produk investasi tersebut.

Referensi:

Chandra Dwi. 2022. “Pasar Kripto Rentan Bergoyang, Ini Penyebabnya”. Cnbcindonesia.com

Edul Patel. 2023. “From Lack of Regulations to Speculation: Why Crypto Is More Volatile Than Stocks”. Abplive.com

Cermati. 2023. “Investasi Kripto vs Saham, Mana yang Lebih Menguntungkan?”. Cermati.com

Skorlife. 20023. “Lagi Tren, Apa Itu NFT dan Hubungannya dengan Crypto”. Skorlife.com

Rena Widyawinata. 2023. “5 Langkah Menghindari FOMO dalam Investasi agar Tak Rugi”. Glints.com

RHB Smart Talk

Tonton pembahasan menarik mulai dari ide trading, analisa fundamental, dan analisa teknikal untuk emiten saham pilihan

Setiap hari Senin-Jumat jam 8.45 pagi bersama tim riset RHB Sekuritas

PT RHB Sekuritas Indonesia

Revenue Tower 10-11th Floor
District 8, SCBD Lot 13
Jl. Jendral Sudirman Kav. 52-53
Jakarta, 12190

021-50939888 (Hunting RHB SI)
021-50939700 (Support OLT)

www.rhbtradesmart.co.id
id.support@rhbgroup.com

Download Sekarang

PT RHB Sekuritas Indonesia terdaftar dan diawasi oleh

© 2021 owned by RHB Sekuritas Indonesia
Terms & Condition Internal