Ini Cara Menentukan Waktu Jual Beli Saham Dengan Pola Candlestick
Feb 10, 2022 by admin
Pola candlestick menjadi alat ukur teknikal yang populer di kalangan trader dan sebagian investor. Bagan asal Jepang sejak berabad-abad silam ini menampilkan informasi yang variatif dalam satu bloknya. Karena keunikan dibanding grafik saham lainnya, candlestick sering digunakan sebagai sinyal waktu jual beli saham.
\n\n
Lantas bagaimana, sih, menentukan waktu transaksi dengan bagan ini? Simak caranya di artikel berikut ini.
\nMasing-masing candlestick mewakili total transaksi saham harian. Candlestick yang menyerupai lilin bersumbu ini terdiri dari bagian-bagian berikut.
\nIni adalah bagan berbentuk balok atau persegi dengan ciri warna terisi (merah atau hitam) dan kosong (hijau atau putih). Fungsinya menunjukkan harga pembukaan dan penutupan saham dalam satu periode operasi bursa.
\n\n
\n
Adapun Panjang dan pendek tubuh candle mewakili kondisi berikut.
\nBagian ini diperlihatkan oleh garis ekor di atas dan bawah tubuh candle. Sederhananya, ujung di garis atas menandakan harga tertinggi, sedangkan harga terendah ditunjukkan ujung bawah ekor candlestick.
\n\n
Ekor candle juga dapat berbentuk panjang atau pendek yang mungkin berbeda antara bagian bawah dan atasnya. Poinnya sebagai berikut.
\n\n
Maksud di balik pola candlestick baru bisa dipahami dengan mengelompokkan bagan-bagan candlestick. Variasi rentetan candlestick ini pun dapat menghasilkan kesimpulan dan prediksi berbeda dari kondisi bursa saham selama periode tertentu.
\n\n
Tentunya akan butuh waktu untuk mengenali masing-masing pola candlestick. Trader perlu terus mempelajari bagaimana membaca hubungan dari formasi candlestick tersebut. Namun, jangan khawatir. Pola-pola candlestick di bawah ini bisa menjadi pegangan awalmu untuk mengetahui sinyal jual dan beli saham.
\nHammer mewakili pembalikan bullish yang ditandai pergerakan saham mendekati titik terendahnya saat tren turun. Polanya berbentuk tubuh candle pendek dengan ekor bawah yang panjang. Itu berarti ada penurunan harga yang tajam sebelum akhirnya pembelian menaikkannya kembali sampai ke penutupan yang sedikit lebih tinggi.
\n\n
Hammer memperlihatkan pergerakan naik saham. Pola ini memberi sinyal beli pada titik penutupan di atas tubuh candle-nya. Namun, keputusan beli perlu didukung tren naik yang kamu amati di beberapa hari setelahnya. Jika hammer terbukti, stop-loss dapat dipasang di puncak ekor bawahnya.
\nSelain itu, ada hammer terbalik yang sama-sama menandakan pembalikan bullish atau bahkan nilai support (harga terendah). Pola ini serupa dengan hammer. Hanya saja, hammer terbalik punya ekor atas yang lebih panjang.
\n\n
Hammer terbalik menandakan tekanan membeli sesaat setelah harga pembukaan. Tren beli itu kemudian diikuti tekanan menjual yang membuat harga turun, tetapi tidak sampai melewati harga pembukaan.
\n\n
Pada dasarnya, hammer terbalik punya aturan waktu jual beli saham yang sama dengan pola hammer. Namun, stop-loss di sini dipasang pada harga harga pembukaan jika ekor bawah tidak ada sama sekali.
\nPola candlestick ini terdiri dari dua candle dengan efek pembalikan bullish. Bullish engulf memperlihatkan candle kedua yang bullish melahap (engulf) seluruhnya candle pertama yang bearish.
\n\n
Pola ini diawali dari bagan pertama berwarna terisi atau hitam yang menandakan tren turun.
\n\n
Bagan kedua atau hari kedua yang berwarna kosong atau putih memulai pergerakannya dengan harga pembukaan yang lebih kecil dari harga terendah bagan pertama. Setelahnya, tekanan membeli meningkat melewati harga tertinggi bagan pertama. Dari sini terciptalah bullish.
\n\n
Bullish engulfing dapat memastikan sinyal beli jika diikuti candle dengan harga atas serta penutupan lebih tinggi. Stop-loss pun dapat ditentukan dari harga penutupan terendah di antara pola ini.
\nMorning star terdiri dari tiga candle yang dimulai dari candle bertubuh panjang berwarna terisi atau hitam. Candle pertama ini lalu diikuti candle bertubuh pendek atau sempit (doji) sebelum akhirnya menjadi candle bertubuh panjang dengan warna kosong atau putih.
\n\n
Pola ini menggambarkan kondisi tren yang semula terus turun di candle pertama. Lalu di candle kedua, ada gejolak antara bullish dan bearish. Candle ketiga menandakan bullish mengambil alih dan memulai tren naik. Tubuh candle ketiga bagusnya masuk harga penutupan dengan tubuh melebihi setengah tubuh candle pertama.
\n\n
Morning star dapat menjadi pertanda pembalikan tren turun. Jika pola ini diikuti tren naik yang berjalan lama, sinyal beli pun dapat dipastikan. Kemudian, harga di titik terendah doji dapat kamu gunakan sebagai acuan stop-loss.
\n\n
Itulah beberapa cara menentukan waktu jual beli saham dengan menggunakan pola candlestick. Dengan variasi informasi yang dibagikan dalam bagan khas ini, trader maupun investor dapat melihat bagaimana sentimen bursa saham mampu mempengaruhi harga sekaligus menjadikannya acuan dalam menentukan keputusan transaksi.
\n\n
Yuk, manfaatkan aplikasi RHBTRADESMARTID yang dilengkapi berbagai fitur untuk memudahkan aktivitas trading saham online di mana saja dan kapan saja. Download aplikasi RHB Tradesmart di Play Store dan App Store sekarang.
Artikel Terkait
Artikel Terbaru
Share On:
RHB Smart Talk
Tonton pembahasan menarik mulai dari ide trading, analisa fundamental, dan analisa teknikal untuk emiten saham pilihan
Setiap hari Senin-Jumat jam 8.45 pagi bersama tim riset RHB Sekuritas
Raih #MomentSmart bersama RHB Sekuritas
Trading saham lebih smart dengan mudah dan cepat bersama fitur ARO
Download