<< Back

Apakah Trading Saham Dapat Dilakukan Jika Belum Punya Pekerjaan?

Tidak bisa dipungkiri, trading saham kini makin populer kala COVID-19 melanda. Lapangan pekerjaan yang menipis, PHK dimana-mana, dan kebutuhan finansial darurat seakan membuat banyak orang memilih trading sebagai solusinya. Namun, bila kamu belum punya pekerjaan apakah trading menjadi satu solusi finansial?

Perlu kamu tahu, trading saham adalah aktivitas jual beli yang cukup beresiko. Tidak ada salahnya menjadikan trading sebagai solusi finansial kamu. Toh, trading pada dasarnya adalah aktivitas jual beli. Hanya saja, barang yang diperjual-belikan berbentuk digital asset yang nilainya sangat fluktuatif. Maka dari itu, perlu persiapan yang matang sebelum melakukan jual-beli saham, terutama bagi kamu yang belum mempunyai pekerjaan.

5 Tips Yang Wajib Kamu Terapkan Dalam Trading Saham

Jika kamu belum mempunyai pemasukan bulanan, dan hanya akan bergantung pada trading saja, maka ada beberapa tips yang harus kamu terapkan saat trading. Berikut beberapa tips yang bisa kamu terapkan.

Pengetahuan yang Cukup

Pastikan bahwa kamu punya cukup pengetahuan tentang trading. Kenali teknik trading yang biasa digunakan trader professional dan pilihlah yang sesuai dengan gaya trading kamu sendiri. Ada beberapa gaya trading populer seperti day trading, scalping, swing trading, dan position trading.

Pastikan juga untuk tahu bagaimana cara menganalisa sebuah saham dengan analisis teknikal dengan time frame yang sesuai dengan gaya trading kamu.

Mulai dengan Modal Minim

Modal adalah segalanya bagi seorang trader. Oleh karena itu, modal harus bisa dijaga agar tidak tergerus oleh kerugian terus-menerus. Untuk meminimalisir kerugian, alangkah baiknya jika kamu memulai trading harian dengan modal yang minim. Kalau kamu belajar sambil praktek dengan modal kecil, psikologi saat trading pasti akan lebih terjaga.

Sekuritas Terbaik

Pilihlah sekuritas terbaik untuk memulai trading. Pilih sekuritas dengan trading fee paling minimum, tapi mempunyai kredibilitas yang baik. Jangan lupa, pilih juga sekuritas yang menyediakan aplikasi trading yang user-friendly agar kamu bisa praktik trading dengan mudah dan cepat.

Hindari Saham Berfundamental Buruk

Pernah dengar istilah saham gorengan? Kebanyakan makan gorengan tentu tidak baik bukan? Nah, sama halnya dengan trading saham gorengan. Untuk kamu yang masih baru mulai belajar, lebih baik hindari saham gorengan. Saham gorengan adalah saham yang tidak jelas fundamentalnya atau bahkan buruk, dengan demikian kenaikan harganya tidak mencerminkan kondisi fundamental perusahaannya, serta cenderung tidak likuid. Dengan kondisi demikian meskipun kamu bisa membeli sahamnya, belum tentu kamu bisa menjualnya yang akhirnya akan membuatmu rugi sangat besar.

Diversifikasi

Menempatkan seluruh modal pada satu saham saja adalah hal yang sangat tidak direkomendasikan, terutama untuk trader harian. Untuk meminimalisir resiko kerugian, lebih baik bagilah modal trading kamu ke beberapa saham yang telah kamu analisa. Jika salah satu saham nilainya turun, kamu masih punya beberapa saham lain sebagai acuan untuk balik modal.

Tentang Psikologi Trading

Memasuki dunia trading harus mempersiapkan mental dan psikologis yang kuat. Kalau kamu mau jadi day trader, kamu harus mempunyai psikologis yang kuat. Faktor psikologis akan sangat mempengaruhi kecenderungan memutuskan posisi yang tepat saat jual-beli saham. Nah, bagi kamu yang memang mau trading sebagai ladang finansial, maka kamu harus tahu hal-hal berikut.

Selalu Gunakan Uang Dingin

Hal paling penting ketika kamu mau trading saham adalah modal. Selalu gunakan “uang dingin” sebagai modal trading kamu. Bahkan, penggunaan “uang dingin” untuk trading maupun investasi termasuk salah satu teknik trading. Uang dingin sendiri didefinisikan sebagai uang yang tidak akan dipakai dalam kurun waktu 1, 3, hingga 5 tahun ke depan.

Memakai uang dingin untuk modal trading memiliki berbagai macam manfaat. Pertama, psikologis kamu pasti akan terjaga. Kedua, kamu tidak akan terkena FOMO (Fear of Missing Out) ketika menempatkan posisi jual-beli saham. Ketiga, ketika modal yang kamu gunakan adalah “uang dingin” kamu cenderung lebih sanggup menempatkan posisi “hold” ketika harga saham turun. Sudah ada banyak kasus trading di luar sana dimana seorang trader sudah cutloss duluan, padahal bulan depannya saham tersebut naik berpuluh-puluh persen.

Beli Saham Secara Bertahap

Ketika psikologis kamu tenang, maka kamu tidak akan masuk All In pada satu saham ketika harga saham pada titik support maupun sedang menembus resistance. Agar tidak kecolongan, ambil posisi beli di saham secara bertahap.

Jika harga saham turun, kamu bisa melakukan averaging down untuk meminimalisir kerugian. Jika saham naik secara signifikan, kamu bisa melakukan averaging up untuk menambah manfaat trading kamu. Tapi ingat, semua itu dilakukan secara bertahap.

“Menunggu” adalah Teknik Trading

Siapa bilang menunggu adalah hal yang membosankan? Menunggu juga termasuk dalam salah satu teknik trading saham yang paling tepat. Menunggu waktu yang tepat saat akan membuka posisi jual-beli saham adalah salah satu teknik trading yang membutuhkan level psikologis yang kuat. Ketika posisi beli kamu berada di titik yang tepat, maka potensi untuk mendapatkan manfaat dari saham tentu akan semakin besar.

Manfaatkan aplikasi trading saham RHBTRADESMARTID yang sudah dilengkapi berbagai fitur untuk mempermudah kegiatan investasi dan trading di mana saja dan kapan saja. Download aplikasi RHB Tradesmart di Play Store dan App Store sekarang!

RHB Smart Talk

Tonton pembahasan menarik mulai dari ide trading, analisa fundamental, dan analisa teknikal untuk emiten saham pilihan

Setiap hari Senin-Jumat jam 8.45 pagi bersama tim riset RHB Sekuritas

PT RHB Sekuritas Indonesia

Revenue Tower 10-11th Floor
District 8, SCBD Lot 13
Jl. Jendral Sudirman Kav. 52-53
Jakarta, 12190

021-50939888 (Hunting RHB SI)
021-50939700 (Support OLT)

www.rhbtradesmart.co.id
id.support@rhbgroup.com

Download Sekarang

PT RHB Sekuritas Indonesia terdaftar dan diawasi oleh

© 2021 owned by RHB Sekuritas Indonesia
Terms & Condition Internal