<< Back

Bisa Terjadi! Ini Tanda Kamu Overspending Saham!

Pernahkah Smart People membelanjakan uang lebih banyak dari bujet belanja atau melebihi perencanaan pengeluaran yang telah diatur sebelumnya? Jika pernah, artinya Smart People telah melakukan overspending. Tidak hanya saat belanja, overspending pun terjadi saat investasi saham. Simak alasan mengapa overspending saham sebaiknya dihindari pada ulasan di bawah ini. 

Apa Itu Overspending

Overspending merujuk pada situasi di mana seseorang mengeluarkan uang lebih dari bujet pengeluaran yang telah ditetapkan sebelumnya. Pengeluaran tersebut biasanya bukanlah untuk kebutuhan wajib atau rutin yang perlu dipenuhi, melainkan untuk memenuhi keinginan semata. Makanya, tidak sedikit orang yang mengaitkan overspending dengan gaya hidup yang berlebihan. 

Overspending yang terjadi tentu akan mengganggu kestabilan finansial seseorang. Bagaimana tidak, pemasukan yang seharusnya bisa dialokasikan untuk banyak kebutuhan, seperti menabung, menyiapkan dana darurat, bersedekah, dan lainnya, malah habis begitu saja untuk memenuhi keinginan semata. Bahkan, tidak jarang pemenuhan kebutuhan wajib pun jadi terabaikan. 

Artinya, tidak mengherankan jika ada orang yang memiliki pemasukan yang besar, namun tetap saja tidak bisa menyisihkan sebagian pemasukannya untuk menabung. Uang yang dimilikinya selalu saja terasa kurang, padahal jika diatur dengan sedemikian rupa, dirinya akan bisa menyimpan lebih banyak uang setelah dipotong dengan biaya kehidupan rutin setiap bulannya. 

Overspending dalam Investasi Saham

Tidak jauh berbeda dengan makna overspending secara umum, overspending saham merujuk pada tindakan investasi saham dengan penggunaan dana yang melebihi alokasi investasi yang telah ditentukan. Misalnya saja, seseorang awalnya telah mengalokasikan dana sebesar 1 juta untuk investasi saham, namun kenyataannya malah menggunakan dana sebesar 3 juta. 

Kurangnya kontrol diri menjadi alasan utama mengapa terjadi overspending saat investasi saham. Bayangan akan mendapatkan imbal hasil yang lebih besar jika menggelontorkan lebih banyak dana untuk investasi saham, membuat orang-orang yang overspending ini menggunakan uang untuk investasi saham melebihi alokasi dana investasi yang telah ditetapkan sebelumnya. 

Mengapa Overspending Itu Kurang Baik untuk Dilakukan? 

Secara umum, alasan mengapa overspending kurang baik untuk dilakukan adalah karena efek yang ditimbulkan setelahnya. Seseorang yang melakukan overspending akan kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya hingga akhir bulan atau sampai gaji bulan baru diterima. Selain itu, alokasi dana untuk kebutuhan lain pun juga terancam digunakan untuk hal di luar kebutuhan tersebut. 

Efek yang sama tentu juga akan terjadi saat seseorang melakukan overspending saham. Saat seseorang menggunakan uang untuk investasi saham melebihi alokasi dana yang telah ditetapkan sebelumnya, maka akan bisa membuat kacau manajemen keuangan. Uang untuk alokasi kebutuhan lainnya akan bisa terpakai untuk investasi saham. 

Jika alokasi dana untuk kebutuhan lainnya terpakai untuk investasi saham, maka akan sulit untuk bisa memenuhi kebutuhan setiap pos-pos pengeluaran atau kebutuhan lain tersebut, bahkan yang sifatnya wajib atau rutin sekalipun. Alhasil, potensi untuk kehabisan uang di akhir bulan ataupun meminjam uang akan bisa terjadi jelang pemasukan bulan baru didapatkan. 

Overspending saham juga kurang tepat dilakukan karena bisa saja pengeluaran dananya melebihi profil risiko orang tersebut. Dengan alasan ingin mendapatkan imbal hasil yang lebih banyak, penggunaan dana investasi pun jadi berlebihan. Jika sudah begini, potensi kehilangan uang yang lebih besar pun akan meningkat, apalagi jika strategi investasinya tidak cukup matang. 

Strategi Alokasi Dana yang Tepat Saat Investasi Saham  

Tidak sedikit orang di luar sana yang sama sekali tidak menentukan alokasi bujet untuk kebutuhan investasi saham. Mereka mengeluarkan bujet investasi saham sesuka hatinya saja, banyak atau sedikitnya tergantung pada kondisi keuangannya pada saat itu. Padahal, situasi tersebut bisa memicu terjadinya overspending atau malah tidak adanya dana sama sekali untuk investasi. 

Untuk menentukan bujet investasi saham, Smart People bisa pakai metode budgeting, contohnya metode 50:30:20. Metode budgeting 50:30:20 merupakan salah satu metode pengalokasian dana yang terbilang populer. Berdasarkan metode ini, 50% pemasukan dialokasikan untuk kebutuhan wajib, 30% untuk memenuhi keinginan, sedangkan sisa 20% untuk tabungan, dana darurat, dan investasi. 

Mengingat alokasi dana sebesar 20% dianggarkan untuk beberapa opsi penyimpanan uang, Smart People bisa bagi lagi, misalnya saja 10% untuk ditabung atau investasi aset lainnya dan 10% untuk investasi saham. Semisal pemasukan per bulan adalah 10 juta, maka 10% dari total pemasukan alias dana sebesar 1 juta bisa Smart People gunakan untuk kebutuhan investasi saham.  

Investasi Saham dengan Modal Awal Terjangkau di RHB Tradesmart ID 

Meskipun alokasi dana untuk investasi saham masih terasa kecil, jangan ragu untuk memulai investasi saham dari sekarang. Apalagi sekarang ini Smart People bisa memulai investasi saham dengan modal awal yang cukup terjangkau, yakni hanya dengan modal Rp100.000 saja. Terjangkaunya modal awal investasi saham bisa didapatkan dengan investasi via RHB Tradesmart ID. 

Selain modal awal investasi saham yang ekonomis, RHB Tradesmart ID juga mendukung aktivitas investasi melalui fitur SMART-nya. Ada fitur Smart Analyzer yang membantu analisis saham, fitur Smart Rate dan Smart Fee yang memungkinkan biaya transaksi investasi saham jadi begitu terjangkau, serta Smart Points yang memberikan poin khusus untuk setiap transaksi yang dilakukan. 

Bagaimana, sudah siap meraup imbal hasil yang diinginkan dengan RHB Tradesmart ID? Smart People bisa unduh aplikasi RHB Tradesmart ID, lalu mulai investasi saham dengan dukungan semua fitur unggulannya.  

Sumber: 

Whiteside, Eric. (2023, Oktober 10). The 50/30/20 Budget Rule Explained With Examples. Investopedia. Diakses pada tanggal 4 November 2023 melalui https://www.investopedia.com/ask/answers/022916/what-502030-budget-rule.asp

Nair, Deepthi. (2022, Juli 30). Seven reasons why people overspend and how to break the habit. The National News. Diakses pada tanggal 4 November 2023 melalui https://www.thenationalnews.com/weekend/2022/07/29/seven-reasons-why-people-overspend-and-how-to-break-the-habit/

FasterCapital Team. (2023, Oktober 14). The Dangers of Overspending: How It Leads to Dissaving. Faster Capital. Diakses pada tanggal 4 November 2023 melalui https://fastercapital.com/content/The-Dangers-of-Overspending–How-It-Leads-to-Dissaving.html

RHB Smart Talk

Tonton pembahasan menarik mulai dari ide trading, analisa fundamental, dan analisa teknikal untuk emiten saham pilihan

Setiap hari Senin-Jumat jam 8.45 pagi bersama tim riset RHB Sekuritas

PT RHB Sekuritas Indonesia

Revenue Tower 10-11th Floor
District 8, SCBD Lot 13
Jl. Jendral Sudirman Kav. 52-53
Jakarta, 12190

021-50939888 (Hunting RHB SI)
021-50939700 (Support OLT)

www.rhbtradesmart.co.id
id.support@rhbgroup.com

Download Sekarang

PT RHB Sekuritas Indonesia terdaftar dan diawasi oleh

© 2021 owned by RHB Sekuritas Indonesia
Terms & Condition Internal