<< Back

Bedanya Trading Jangka Pendek dan Jangka Panjang, Kamu Tipe yang Mana, Nih?

Aktivitas trading sendiri terbagi ke dalam jangka pendek dan jangka panjang. Kalau perbandingannya terlihat dari lamanya transaksi berlangsung, nyatanya masing-masing tipe ini punya perbedaan signifikan yang mempengaruhi gaya trading. 

Biar lebih jelas, simak perbandingan keduanya di artikel berikut ini. 

Tipe Trader Berdasarkan Lamanya Transaksi

Trader jangka pendek: Perbedaan rentang waktu antara trading jangka pendek dan jangka panjang lebih dikenal lewat pembagian tipe trader itu sendiri. 

Para trader yang melakukan aktivitas trading dalam periode singkat dikenal sebagai trader aktif. Mereka terdiri dari tipe day trader dan swing trading. 

  • Day trader melakukan transaksi dalam hitungan satu hari, jam, hingga menit. Trading bisa menjadi pekerjaan utama mereka meski ada sebagiannya yang bertransaksi hanya di antara waktu luang ketika bursa dibuka. 
  • Swing trader menjalankan operasinya dalam rentang beberapa hari hingga berminggu-minggu. Ada pula yang melakukannya dalam hitungan beberapa bulan. Meski tidak seagresif day trader, tipe trading ini masih tergolong cepat. 

Trader jangka panjang: Sebaliknya, aktivitas trading jangka panjang masuk ke tipe position trading. Mereka yang ada dalam tipe ini tergolong pasif dan hanya melakukan transaksi kurang dari sepuluh kali per tahunnya. Pola transaksinya sangat bertumpu pada tren. 

Perbedaan dalam Metode Trading

Trading jangka pendek: Masih terkait dengan masing-masing tipe, mereka yang tergolong day trader lebih spesifik berfokus pada aktivitas membeli dan menjual saham maupun efek lainnya dalam hitungan satu hari. Dengan kata lain, tidak ada saham yang ditahan setelah bursa efek tutup. 

Walau selisih harga jual dan beli dalam satu hari itu sedikit, mereka sangat mungkin memperoleh imbal hasil dari banyaknya saham yang mereka jual. Keputusan mereka sangat bertumpu pada analisis teknikal yang mengandalkan grafik riwayat pergerakan saham.

Metode swing trader kurang lebih sama. Namun, mereka bisa meraih imbal hasil lebih besar meski transaksi lebih sedikit karena waktunya lebih panjang. 

Mereka cenderung menggunakan indikator tren dan momentum untuk membuat keputusan. Strategi mereka tidak hanya didukung analisis teknikal, tapi juga fundamental yang melihat nilai intrinsik perusahaan. 

Tipe trader ini dinilai lebih renggang dan bisa menjadi pekerjaan sampingan. Beda halnya dengan trader full time yang harus selalu mengamati pergerakan saham seharian. 

Kedua tipe trading jangka pendek ini memakai order stop-loss untuk meminimalkan risiko yang mungkin terjadi. Stop-loss adalah permintaan otomatis untuk menjual saham saat jatuh ke harga yang sudah ditentukan. Perhatikanlah kalau proses jualnya baru terjadi di penurunan harga selanjutnya. 

Trader jangka pendek juga dapat memanfaatkan buy order untuk menjual saham yang naik melewati harga yang ditentukan. Cara ini khususnya diaplikasikan saat trader mengincar imbal hasil lewat short position yang sangat berisiko. 

Trading jangka panjang: Sebagai tipe trading jangka panjang, position trading tipikalnya melakukan pembelian saham dengan menemukan tren dan menjualnya begitu sampai di harga tertinggi sebelum akhirnya jatuh. 

Position trader dapat menggunakan salah satu di antara analisis teknikal dan fundamental, atau kombinasi keduanya. Di samping analisa utama, mereka juga memasukkan faktor makro-ekonomi, tren bursa secara umum, dan riwayat pola pergerakan harga ketika mereka mencari tren. 

Sama halnya dengan trading jangka panjang, position trading dapat menekan risiko dengan order stop-loss. 

Risiko Masing-masing Tipe Trader

Trading jangka pendek: Day trader ialah yang paling berisiko di antara trader lainnya. Risiko paling jelas adalah biaya mahal yang harus dikeluarkan untuk jumlah transaksi harian yang tidak sedikit. Tekanan jadi faktor pemberat lainnya yang terjadi karena aktivitas yang begitu cepat dan membutuhkan banyak fokus. Apalagi, komisi jual dan beli dari broker cukup memangkas return itu sendiri. 

Aktivitas trading yang cepat juga mengharuskan day trader memiliki peralatan komputer canggih dan software tambahan yang membantu proses analisis. Alhasil, day trader rentan berutang, termasuk lewat leverage yang disediakan broker.

Walau tekanan swing trader tidak sebesar day trader, mereka tetap memiliki risikonya sendiri. Harga saham bisa berubah dalam waktu semalam dan di akhir pekan saat bursa tutup. Pergerakan harga bursa yang berbalik ini sudah cukup memberi kerugian. 

Karena momen menjual dalam waktu dekat, swing trader mungkin melepas saham dan melewatkan return lebih tinggi dari sebuah tren yang masih belum berhenti.

Trading jangka panjang: Konsekuensi menjadi position trader adalah harus meluangkan waktu memerhatikan fluktuasi sekecil apa pun. Andaikan kamu abai, bukan tidak mungkin harga saham itu tanpa disadari berbalik menyerang. 

Karena umumnya position trader bergantung pada sedikit transaksi yang juga jarang, mereka punya kemungkinan lebih besar untuk melewatkan saham yang memberi return lebih. . 

Pertimbangkan Hal Ini Untuk Menentukan Jangka Waktu Trading-mu

Setidaknya ada empat hal yang dapat dijadikan acuan saat memilih waktu trading yang sesuai untukmu. 

Kebebasan

Akan ada banyak waktu yang tersita saat memilih menjadi day trader. Apalagi jika kamu menjadikannya sebagai aktivitas sampingan ketimbang pekerjaan utama. Kemungkinan besarnya, kamu mengorbankan waktu istirahat atau luang untuk melakukan trading.  

Swing trader dan position trader lebih memberi keleluasaan karena rentang waktu tiap transaksinya tidak berdekatan. Bedanya, swing trader perlu waktu yang sedikit lebih banyak untuk mengamati saham yang dimiliki. 

Fokus

Sederhananya bila pikiranmu mudah ambyar, jangan menjadi day trader. Swing trader, di sisi lain, membutuhkan fokus saat memilih, membeli, dan melepas saham di antara rentang waktu yang lebih panjang. Pilih position trading kalau kamu kurang menyukai aktivitas trading dalam hitungan hari hingga minggu, dan jika kamu tipe yang lebih pasif.

Tekanan

Tekanan di sini cukup bervariasi. Day trader dapat bertahan dengan aktivitas trading yang begitu cepat. Namun, mereka tidak perlu risih mengkhawatirkan saham yang disimpan semalaman sampai berbulan-bulan. 

Sebaliknya, swing trader dan position trader cukup santai dalam melakukan transaksi, terutama jika satu transaksinya berjalan lama. Walau begitu, mereka harus tetap berpikir jernih sewaktu-waktu saham yang dimilikinya mengalami gejolak harga di luar perkiraan. 

Menjadi trader, khususnya day trader, membutuhkan ilmu dan pengalaman mendalam. Karenanya, bukan sembarang orang yang mampu melakukannya dengan baik. Di sisi lain, Investasi merupakan jalan yang sebaiknya diambil dahulu oleh pemula, sebelum akhirnya memutuskan apakah trading itu sesuai untuk mereka. 

Yuk, manfaatkan aplikasi RHBTRADESMARTID yang dilengkapi berbagai fitur untuk memudahkan aktivitas trading saham online di mana saja dan kapan saja. Download aplikasi RHB Tradesmart di Play Store dan App Store sekarang.

RHB Smart Talk

Tonton pembahasan menarik mulai dari ide trading, analisa fundamental, dan analisa teknikal untuk emiten saham pilihan

Setiap hari Senin-Jumat jam 8.45 pagi bersama tim riset RHB Sekuritas

PT RHB Sekuritas Indonesia

Revenue Tower 10-11th Floor
District 8, SCBD Lot 13
Jl. Jendral Sudirman Kav. 52-53
Jakarta, 12190

021-50939888 (Hunting RHB SI)
021-50939700 (Support OLT)

www.rhbtradesmart.co.id
id.support@rhbgroup.com

Download Sekarang

PT RHB Sekuritas Indonesia terdaftar dan diawasi oleh

© 2021 owned by RHB Sekuritas Indonesia
Terms & Condition Internal