<< Back

5 Cara Membuat Trading Plan Dalam Jangka Pendek-Menengah

trading saham online

Saat ini, saham menjadi instrumen trading yang banyak digandrungi oleh berbagai kalangan masyarakat. Ada banyak orang menjadikan trading saham online sebagai salah satu penghasilan berkat banyaknya imbal hasil yang ditawarkan. Akan tetapi, untuk bisa sukses dalam bidang trading tersebut, tentunya Smart People harus mempunyai perencanaan yang matang.

Tutorial Membuat Trading Plan

Secara singkat, trading merupakan aktivitas jual beli saham dengan tempo yang singkat guna mendapatkan hasil maksimal. Jenis transaksi ini berfokus pada pergerakan harga saham harian menggunakan analisis teknikal dengan memanfaatkan momentum fluktuasi harga.

Dengan adanya trading plan yang jelas, tentunya akan membantu mental para trader supaya tidak kebingungan dengan perubahan harga pasar. Trading plan juga akan membuat Smart People terbiasa membaca berbagai peluang transaksi. Oleh karena itu, berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk membuat trading plan.

1. Memahami stock universe

Hal pertama yang perlu dipersiapkan dalam membuat trading plan adalah memahami stock universe. Stock universe merupakan kumpulan saham besar yang nantinya akan dipilih untuk ditransaksikan dalam trading saham online maupun disimpan pada portofolio jangka panjang.

Saat ini, tercatat lebih dari 700 bursa saham yang tersedia. Oleh karenanya, ada baiknya jika kita dapat mempelajari dan memilih apa yang dibutuhkan. Salah satu caranya yakni dengan membuat rencana dan mencatat 30 saham yang mempunyai indeks terbaik.

Pilih beberapa saham yang terdiri dari satu atau beberapa kategori, misalnya saham BUMN, perbankan, farmasi, atau kombinasi. Dari saham yang sudah dipilih tersebut, buatlah catatan mengenai indeks terbaik dan disesuaikan dengan kriteria yang diinginkan. Dengan begitu, Smart People akan mengetahui berapa besar kenaikan yang dimiliki perusahaan.

2. Membuat target risiko yang dapat ditangani

Tidak sedikit trader mempunyai strategi dollar cost averaging atau membeli saham dengan cara cicilan selama periode tertentu. Akan tetapi, penting juga untuk memperhatikan pembuatan target risiko yang dapat ditangani. Misalnya saja, Smart People perlu menanggung risiko yang minim dengan patokan sekitar 2% dari penurunan saham.

Dari strategi ini, apabila penurunan saham sudah ada pada kapasitas level risiko yang telah ditetapkan, Smart People dapat melepaskannya. Inilah yang bisa disebut sebagai trading plan di mana aturan tersebut dibuat untuk tetap disiplin dan konsisten mempertahankan ataupun melepaskan saham.

3. Menentukan batas take profit atau cash loss

Smart People juga perlu menentukan berapa lembar unit saham yang ingin dibeli. Selanjutnya, jangan lupa untuk menetapkan kapan waktu untuk menahan atau memindahkan saham ke batas level yang diinginkan. Seorang trader perlu mengetahui momentum yang pas untuk melakukan hal ini.

Dengan demikian, trading plan dapat dilakukan dengan membuat catatan berapa Smart People telah melakukan take profit sehingga dapat memprediksi berapa kenaikan atau penurunan saham yang terjadi. Pada catatan tersebut, Smart People juga dapat membuat daftar rencana apa yang akan dilakukan kedepannya, technical analysis apa selanjutnya, dan sebagainya.

4. Memasang harga jual saham

Selanjutnya, Anda juga dapat memasukkan penentuan harga jual saham ke dalam trading plan. Dengan kata lain, Smart People perlu mempunyai target jika ingin menjual saham di harga tertentu. Sebab jika tidak, maka Smart People akan kebingungan dan tidak tahu harus mengambil langkah yang seperti apa.

Sebagai contoh, Smart People membeli saham X sesuai dengan harga yang direncanakan seperti Rp2.500 per lembar. Selanjutnya, Smart People memasang harga jual saham di level Rp3.100. Ternyata di hari yang sama, saham X tersebut menguat ke level Rp2.690 sehingga saham tersebut bisa terus menanjak berdasarkan analisis Smart People.

5. Pengambilan langkah cut loss

Aktivitas trading saham ada kalanya tidak selalu berjalan sesuai rencana, bahkan ada kemungkinan perencanaan tersebut meleset karena harga saham yang dibeli tidak mengalami pergerakan sesuai harapan. Apabila mengalami hal demikian, maka Smart People dapat mengambil langkah cut loss.

Cut loss dapat direncanakan dengan cara menjual saham yang harganya lebih rendah dari harga beli. Bisa dibilang rencana ini merupakan strategi darurat yang dapat diambil untuk mencegah berbagai kerugian yang lebih besar karena harga saham Indonesia terus merosot. Jadi, modal yang Smart People miliki tidak terjebak pada posisi yang merugikan.

Mengapa Harus Memilih RHB

Perencanaan trading dapat dilakukan secara maksimal menggunakan sebuah aplikasi trading saham, salah satunya RHB Tradesmart. Aplikasi ini mempunyai berbagai fitur yang memudahkan para penggunanya untuk menentukan rencana trading seperti apa yang akan dilakukan.

Aplikasi yang bisa diakses langsung lewat hp ini memiliki berbagai fitur ‘smart’ hingga sejumlah fitur bernama ARO yang akan membantu mengidentifikasi saham yang sedang trending hingga berbagai chart analisis untuk memudahkan Smart People mengambil setiap keputusan untuk setiap transaksi yang dijalankan.

Dengan selalu konsisten menggunakan aplikasi trading saham online dari RHB Tradesmart, Smart People tidak akan banyak menemui rintangan melakukan trading saham demi hasil yang lebih maksimal. Tunggu apa lagi, segera download aplikasi RHB Tradesmart di Play Store dan App Store sekarang juga!

RHB Smart Talk

Tonton pembahasan menarik mulai dari ide trading, analisa fundamental, dan analisa teknikal untuk emiten saham pilihan

Setiap hari Senin-Jumat jam 8.45 pagi bersama tim riset RHB Sekuritas

Raih #MomenSmart bersama RHB Sekuritas

Trading saham lebih smart dengan mudah dan cepat bersama fitur ARO

PT RHB Sekuritas Indonesia

Revenue Tower 10-11th Floor
District 8, SCBD Lot 13
Jl. Jendral Sudirman Kav. 52-53
Jakarta, 12190

021-50939888 (Hunting RHB SI)
021-50939700 (Support OLT)

www.rhbtradesmart.co.id
id.support@rhbgroup.com

Download Sekarang

PT RHB Sekuritas Indonesia terdaftar dan diawasi oleh

© 2021 owned by RHB Sekuritas Indonesia
Terms & Condition Internal