Dunia investasi memang sangat menarik dengan segala potensinya. Meskipun demikian, diperlukan strategi yang cermat dan terukur untuk memperoleh pertumbuhan seimbang dan pengelolaan risiko yang bijak. Salah satu yang sangat populer adalah strategi Barbell.
Strategi portofolio Barbell sering disebut strategi Barbell (Barbell strategy). Strategi ini merupakan pendekatan inovatif dalam merancang portofolio investasi agar mencapai keseimbangan antara imbal hasil dan risiko. Dalam penerapannya, investor mengombinasikan dua jenis investasi yang mempunyai karakteristik berlawanan. Karakteristik tersebut yaitu antara investasi yang memiliki risiko lebih rendah dengan potensi pengembalian lebih kecil dan investasi yang lebih berisiko dengan potensi pengembalian lebih tinggi.
Keunggulan Strategi Portofolio Barbell
Strategi portofolio Barbell termasuk strategi diversifikasi yaitu menerapkan penganekaragaman untuk membagi risiko. Dalam hal ini adalah risiko investasi. Dari cara kerjanya, strategi Barbell berbeda dari strategi diversifikasi biasa dan hal ini menjadi kelebihannya.
Terdapat diversifikasi ekstrem yang bertujuan untuk mengamankan aset lebih banyak dan mengurangi risiko secara signifikan. Diversifikasi ekstrem ini adalah membagi portofolio investasi menjadi dua bagian yang kontras. Misalnya menempatkan 80% dana pada saham yang dengan risiko lebih kecil, sementara 20% sisanya ditempatkan pada saham berisiko tinggi.
Diversifikasi ekstrem dengan pembagian proporsi dana investasi yang kontras tersebut terbilang efektif dalam mengoptimalkan portofolio.
Membagi Risiko: Saham Berisiko Tinggi vs Saham Stabil
Berdasarkan tujuannya, strategi Barbell memang dapat sangat berperan dalam manajemen investasi. Terdapat pembagian risiko dengan cara mengombinasikan instrumen investasi untuk mengurangi ketidakpastian. Hal yang dapat dilakukan investor adalah memilih instrumen apa saja yang akan dipilih untuk investasi.
Dalam investasi saham, terbagi dua jenis saham berdasarkan tingkat risikonya yaitu saham berisiko tinggi dan berisiko rendah. Keduanya mempunyai karakteristik yang berbeda.
Karakteristik dari saham berisiko tinggi adalah berpotensi memberikan pengembalian lebih tinggi, namun lebih rentan terhadap volatilitas pasar. Dengan demikian, tingkat imbal hasilnya cenderung tinggi, namun risikonya juga relatif tinggi. Sebaliknya, karakteristik saham berisiko rendah biasanya memiliki pergerakan relatif stabil. Meskipun demikian, tingkat pertumbuhannya tidak terlalu signifikan, berbeda dengan saham kompetitif dengan risiko yang lebih tinggi.
Di sinilah fungsi dari strategi Barbell. Strategi ini dapat membantu Smart People dalam mengelola investasi dengan cara membagi risiko. Caranya adalah dengan mengombinasikan dua jenis investasi. Dalam investasi saham, dapat membagi risiko dengan berinvestasi di beberapa saham dengan karakteristik yang berbeda. Jadi, pilihlah beberapa saham berisiko tinggi dan beberapa saham yang memiliki risiko rendah.
Bagaimana Peran Strategi Portofolio Barbell di Pasar Bearish?
Setiap investor perlu mempersiapkan diri untuk menghadapi dinamika pasar yang sangat berpengaruh pada kestabilan ekonomi dan pertumbuhan investasi. Pengaruh tersebut dapat membentuk tren naik atau turun dalam investasi saham. Salah satunya adalah tren turun yang disebut pasar bearish, di mana tren pasar saham bergerak ke bawah secara terus menerus. Umumnya, kondisi ini disebabkan banyak pelaku pasar saham yang menjual sahamnya secara berlebihan, bahkan hingga berhari-hari.
Dalam kondisi pasar bearish, strategi Barbell dapat membantu karena cara kerjanya yang menerapkan diversifikasi ekstrem dan fleksibel sesuai kondisi pasar. Langkah pertama adalah memilih saham dari perusahaan potensial, salah satu alternatifnya saham-saham yang masuk ke dalam indeks LQ-45.
Kedua, alokasikan dana yang lebih besar untuk saham di perusahaan potensial tersebut karena kondisi perusahaan yang masuk pada indeks LQ-45 biasanya memiliki kinerja pertumbuhan yang optimal secara fundamental. Ketiga, dikarenakan kondisi pasar tidak pasti, disarankan menerapkan investasi jangka pendek yaitu segera menjual saham kembali setelah harga mengalami kenaikan.
Alokasi Aset dengan Strategi Barbell untuk Investor Intermediate
Strategi Barbell mengalokasikan aset dengan proporsi ekstrem antara investasi berisiko tinggi dan berisiko rendah. Setiap investor perlu memahami dan menentukan saham yang termasuk dalam masing-masing kategori. Analisis saham yang tepat sangat penting untuk keberhasilan strategi ini.
Setiap investor memiliki kondisi finansial dan tujuan investasi yang berbeda, sehingga perlu menyesuaikan proporsi dana investasinya sendiri. Penting untuk mempertimbangkan apakah lebih nyaman berinvestasi pada saham berisiko rendah atau siap menghadapi saham berisiko tinggi. Jika lebih nyaman dengan saham berisiko rendah, maka sebagian besar dana bisa dialokasikan ke saham tersebut.
Lalu, bagaimana dengan investor intermediate? Investor dengan kondisi keuangan menengah sering kali mengalami kebimbangan. Jika berada dalam kategori ini, proporsi investasi bisa dibuat lebih seimbang, tidak terlalu ekstrem. Misalnya, membagi dana dengan proporsi 60:40, di mana 60% dialokasikan ke saham berisiko lebih rendah. Alternatif lain adalah membagi investasi secara merata dengan perbandingan 50:50.
Investasi Praktis dan Akurat Lewat Aplikasi RHB Tradesmart ID
Di era modern saat ini, investasi saham sudah banyak diminati. Segala potensi imbal hasilnya mampu menjadi salah satu harapan jangka panjang. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, tersedia aplikasi RHB Tradesmart ID yang memudahkan Smart People berinvestasi secara praktis.
Aplikasi yang dapat diunduh di Play Store dan App Store ini, dilengkapi fitur Smart Analyzer untuk membantu menemukan saham potensial sesuai keinginan investor. Aplikasinya juga mudah digunakan dan bisa diakses kapan pun dan di mana pun, sehingga fleksibel. Berbekal aplikasi ini, investasi saham jadi lebih praktis dan akurat. Jangan lupa, terapkan strategi Barbell juga untuk membagi risiko. Yuk, mulai dari sekarang!
Referensi:
Bayu. (2024). Barbell Strategi dalam Investasi: Cara Kerja, Kelebihan dan Kekurangan. Diakses dari https://www.fortuneidn.com/
Kurniawan, Rivan. (2023). Bearish: Penyebab dan Strategi Menghadapinya. Diakses dari https://blog.rivankurniawan.com/2023
Nurelah, Ai. (2024). Apa Itu The Barbell Strategy? Diakses dari https://support.bittime.com/