Hindari "Rookie Mistake" Berikut Saat Berinvestasi

04 September 2018 Aro

Jangan sampai mimpi dan cita-cita finansial Anda kandas di awal perjalanan. Penting untuk mempelajari apa saja yang sering menjadi batu sandungan para investor pemula.

Investasi lewat jual beli saham memang menggiurkan hasilnya. Sudah banyak kisah sukses yang bisa menginspirasi. Keputusan Anda untuk ikut terjun dalam dunia ini sudah tepat, tapi hati-hati dengan blunder yang sering dilakukan para rookie alias pemula. Apa saja? Simak tips dari para dedengkot RHB Sekuritas di sini:

  1. Jangan beli saham hasil ‘gorengan’ alias saham spekulasi – Mr. Chan Kong Ming, Former CEO PT RHB Sekuritas Indonesia

Saham gorengan memiliki risiko tinggi walau mungkin menawarkan laba besar untuk mengkompensasi risikonya yang tinggi itu. Digemari oleh spekulan karena karakter “risiko tinggi, laba tinggi”, tapi buat para pemula dengan pengamalan minim, lebih baik memilih saham bluechip alias saham dari perusahaan yang sudah teruji, yang sudah pernah melewati macam-macam kondisi ekonomi, termasuk saat ekonomi kurang baik. Rekam jejaknya stabil dengan pertumbuhan yang  dapat diandalkan.

  1. Jangan beli saham tanpa tahu isi perusahaannya - Soesilowati Asalim, Head of Retail Equity & Branch Coordinator PT RHB Sekuritas Indonesia

Anda tak akan beli kucing dalam karung, jadi tentunya anda tidak akan mau menaruh uang di sesuatu yang Anda tidak tahu betul, kan?  Investor yang cerdas akan melakukan riset sendiri, tidak hanya mengandalkan nasehat teman. Lihat laporan laba dan rugi perusahaan tersebut. Coba kalkulasi sendiri.

  1. Jangan melawan trend – Donny Suyanto, Head Of Corporate Equity PT RHB Sekuritas Indonesia

Karena pasar selalu benar, ikuti saja trend-nya:  siklus pergerakan harga dan Technical Trend Indicator. Jika market sedang naik, beli, dan bila market sedang turun, jual. Ini akan selalu membawa dampak positif pada transaksi. Jangan mencoba atau punya keinginan untuk melawan trend market. Bila harga sedang kuat dan market sedang menunjukkan trend, jangan mencoba melawan market dengan melakukan open posisi berlawanan. Tunggulah market normal, dan hindari hal-hal yang meragukan.

  1. Tidak melakukan diversifikasi – Thomas Nugroho, Head Of E-Broking PT RHB Sekuritas Indonesia

Karena ingin cepat kaya, menjadi rakus dan terlalu percaya diri, jadi ada orang-orang yang menaruh semua investasinya dalam satu keranjang. Lupa mengukur risiko. Jangan lupa pada keadaan atau rencana semula.

tradesmart article
Investment